Logo Header Antaranews Lampung

Petugas evakuasi KMP SMS Sagita yang kandas di Bakauheni

Rabu, 19 November 2025 16:56 WIB
Image Print
Tim SAR gabungan saat melakukan pemantauan di area Kapal KMP SMS Sagita yang kandas di Perairan Pulau Rimau Balak, Rabu. ANTARA/Riadi Gunawan
Alhamdulillah proses evakuasi penarikan kapal berjalan lancar

Lampung Selatan (ANTARA) - Petugas gabungan mengevakuasi Kapal Motor Penumpang (KMP) SMS Sagita yang kandas di Perairaan Pulau Rimau Balak, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan.

Kepala Pos SAR Bakauheni Rezie Kuswara di Lampung Selatan, Rabu, mengatakan kapal tersebut kandas di sisi arah timur laut, dekat Pelabuhan Bakauheni pada Rabu (19/11), sekitar pukul 11.45 WIB.

“Iya betul, tim telah melakukan pemantauan dan evakuasi terhadap kecelakaan kapal KMP SMS Sagita yang mengalami Kandas di Perairan Pulau Rimau Balak. Alhamdulillah proses evakuasi penarikan kapal berjalan lancar," katanya.

Ia menjelaskan, kapal tersebut ditarik oleh Tugboat dari Pelabuhan Merak dan diarahkan menuju Pelabuhan Bakauheni.

Menurut dia, kronologi kejadian bermula pada hari Rabu tanggal 19 November 2025 sekitar pukul 11.15 WIB, KMP Sagita yang bertolak dari Pelabuhan Merak menuju Bakuheni Lampung telah memasuki alur di sekitar Perairan Pulau Rimau Balak.

Setelah tiba di area sekitar pelabuhan, kata dia, KMP Sagita mengalami kendala dan hilang kendali terbawa arus akibat cuaca buruk, dan akhir kapal tersebut kandas di sekitar Pulau Rimau Balak.

"Awalnya kapal berlayar normal, tiba-tiba cuaca berubah buruk, angin kencang yang mengakibatkan KMP Sagita terseret keluar alur dan kandas," ujarnya.

Hingga saat ini pihaknya terus melaksanakan patroli laut serta melakukan koordinasi dengan pihak ASDP dan KSOP Bakauheni guna memastikan keamanan di area pelabuhan.

"Saya mengimbau kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan laut, untuk tetap waspada terkait dengan perubahan cuaca yang sering berubah dan gelombang yang cukup tinggi,” ujar dia.

Ia menerangkan, tim SAR gabungan juga terus memberikan edukasi dan imbauan kepada nelayan agar tetap berhati-hati dalam beraktivitas mencari ikan di laut.

"Untuk nelayan yang akan mencari ikan di tengah laut, agar selalu memperhatikan kondisi cuaca yang di informasikan oleh BMKG, serta selalu waspada dan apabila ada hal yang emergency agar segera menghubungi Call Center 115 untuk meminta pertolongan," ucapnya.


Baca juga: Basarnas lakukan patroli imbau nelayan waspada cuaca buruk Selat Sunda

Baca juga: Empat ABK kapal terdampar di Pulau Sebuku dievakuasi Basarnas

Baca juga: Delapan jetski taklukkan selat Sunda untuk meriahkan HUT ke-69 Lamsel



Pewarta :
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026