Lampung Selatan (ANTARA) - Badan SAR Nasional (Basarnas) Pos SAR Bakauheni berhasil mengevakuasi empat anak buah kapal (ABK) kapal nelayan yang mengalami mati mesin di Pulau Sebuku Kabupaten, Lampung Selatan.
Kepala Pos SAR Bakauheni Rezie Kuswara di Lampung Selatan, Minggu, mengatakan, empat orang nelayan tersebut mengalami kecelakaan mati mesin di perairan sekitar Pulau Sebuku sejak Kamis (13/11).
“Iya benar, hari ini kita melakukan evakuasi terhadap empat orang nelayan yang terdampar di perairan Pulau Sebuku, akibat perahu yang ditumpangi mengalami mati mesin sejak Kamis kemarin,” kata dia.
Ia menjelaskan, evakuasi SAR tersebut bermula pada saat tim mendapatkan laporan dari masyarakat tentang adanya nelayan yang terdampar dan membutuhkan pertolongan.
“Pada hari Kamis tanggal 13 November 2025 sekitar pukul 18.00 WIB empat nelayan berangkat dari pantai Mutun untuk mencari ikan di sekitar perairan Pulau Sebuku dan saat itu cuaca buruk. Tiba-tiba kapal mereka mengalami mati mesin, mereka berupaya untuk menghidupkan mesin, namun karena cuaca buruk, mereka gagal untuk menghidupkan mesin,” katanya.
Menurut dia, setelah mendapatkan laporan tim SAR mempersiapkan peralatan dan berangkat menuju lokasi menggunakan KN SAR Basudewa.
"Pada hari ini pukul 06.35 WIB satu orang ABK menghubungi temannya yang bekerja di BPBD Pesawaran untuk meminta bantuan evakuasi. Dan anggota BPBD Pesawaran tersebut meneruskan informasi tersebut ke Kansar Lampung untuk bantuan evakuasi,” ucapnya.
Proses evakuasi cukup sulit, diakibatkan cuaca buruk yang terjadi di wilayah perairan selat Sunda.
