Lampung Selatan (ANTARA) - Wakil Bupati (Wabup) Lampung Selatan (Lamsel) M. Syaiful Anwar menyebutkan Job Fair 2025, bukan sekadar agenda tahunan, tetapi langkah strategis pemerintah daerah untuk memperluas akses lapangan pekerjaan di wilayah tersebut.
“Job fair ini bukan sekadar acara rutinitas. Ini gerakan bersama untuk mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha secara cepat, transparan, dan efektif,” kata Wabup Lamsel M. Syaiful Anwar di Kalianda Kamis.
Ia menjelaskan, tahun ini, sebanyak 45 perusahaan dari sektor industri, perbankan, ritel, manufaktur, perhotelan, dan jasa turut berpartisipasi, dengan total 1.825 lowongan bagi lulusan SMA/SMK, diploma, sarjana, hingga tenaga kerja berpengalaman.
Oleh karena itu, dirinya mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memanfaatkan momentum ini sebaik mungkin.
“Di balik angka pengangguran, terdapat harapan-harapan yang tertunda. Karena itu pemerintah harus hadir sebagai fasilitator untuk membuka peluang kerja yang lebih luas,” katanya.
Dia menyoroti tantangan ketenagakerjaan di era digital, seperti perubahan pola kerja akibat otomatisasi dan pentingnya literasi teknologi. Ia menekankan perlunya peningkatan kompetensi SDM lokal agar mampu bersaing di pasar kerja modern.
“Tantangan dunia kerja ke depan adalah digital skills, critical thinking, dan kesiapan menghadapi otomatisasi. Kita harus mempersiapkan SDM lokal untuk bersaing,” ucapnya.
Selain itu, Syaiful mengingatkan agar perusahaan membuka kesempatan kerja yang inklusif bagi penyandang disabilitas, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016.
Dirinya juga meminta perusahaan dapat memberi prioritas bagi tenaga kerja asal Lampung Selatan dan melaporkan hasil rekrutmen ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi setempat untuk mendukung akurasi data ketenagakerjaan.
Untuk diketahui gelaran Job Fair 2025 Lampung Selatan berlangsung selama dua hari, yakni 6-7 November, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, di GWH Kalianda.
