Bandarlampung (ANTARA) - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan bahwa pemerintah daerah terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerahnya.
"Hari ini dilakukan rapat terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di Lampung sebagai bentuk pengawasan berkala," ujar Rahmat Mirzani Djausal di Bandarlampung, Selasa.
Ia mengatakan pengawasan tersebut dilakukan sebagai bentuk mitigasi agar kejadian keracunan makanan pada program MBG di Lampung tidak terjadi kembali.
"Ini dilakukan sebagai bentuk mitigasi agar tidak terjadi lagi kasus-kasus yang tidak diinginkan. Nanti kami akan dapat laporan lengkap dari tim mengenai pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis," katanya.
Menurut dia, langkah evaluasi akan terus dilakukan oleh pemerintah daerah agar pelaksanaan program MBG terlaksana dengan baik.
"Kita akan terima laporannya seperti apa dan akan dilakukan evaluasi terlebih dahulu," ucap dia.
Gubernur pun mengharapkan tidak ada lagi kasus keracunan makanan dalam implementasi program MBG di Lampung.
Sebelumnya, Pemprov Lampung telah membuat surat edaran bagi mitra atau yayasan pengelola satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) untuk memperhatikan standar operasional prosedur (SOP) MBG guna mencegah kejadian keracunan.
Surat edaran tersebut ditujukan kepada yayasan ataupun mitra pengelola dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi agar lebih memperhatikan SOP dalam penyajian makanan.
Pemerintah daerah juga bekerja sama dengan seluruh dinas kesehatan kabupaten serta kota, kemudian dengan Balai Pengawasan Obat dan Makanan untuk turun langsung mencari penyebab yang membuat keracunan saat makan bergizi gratis.
Untuk mencegah adanya kasus keracunan pihaknya akan memperbaiki sejumlah hal, salah satunya tatalaksana pengelolaan makanan dan sumber makanan.
Baca juga: DPRD Lampung: Perlu pembenahan tata kelola pelaksanaan Program MBG
Baca juga: Realisasi anggaran MBG di Lampung hingga Agustus Rp780,34 miliar
Baca juga: Pemerintah evaluasi juru masak di SPPG sebagai dampak keracunan MBG
