Pemprov Lampung: Budidaya kopi sistem pagar dapat tingkatkan produksi

id Pemprov Lampung, kopi lampung, budidaya kopi lampung

Pemprov Lampung: Budidaya kopi sistem pagar dapat tingkatkan produksi

Ilustrasi- Buah kopi robusta milik petani di Kabupaten Lampung Barat. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.

Kami terus berupaya memberikan daya dukung untuk pengembangan komoditas perkebunan terutama untuk komoditas kopi robusta

Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menerapkan sistem pagar dalam budidaya kopi robusta untuk meningkatkan produktivitas komoditas unggulan daerah itu.

"Kami terus berupaya memberikan daya dukung untuk pengembangan komoditas perkebunan terutama untuk komoditas kopi robusta," ujar Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung Yuliastuti di Bandarlampung, Jumat.

Ia mengatakan salah satu upaya pengembangan kopi robusta tersebut dilakukan melalui metode budidaya kopi sistem pagar.

"Melalui sistem pagar ini memungkinkan jarak tanam lebih rapat sehingga produksi bisa meningkat. Misalkan rata-rata per hektare 2.000 batang, maka bisa 4.000 batang per hektare, sehingga produksinya meningkat juga," katanya.

Yuliastuti menjelaskan selain melakukan pengembangan budidaya kopi robusta melalui metode sistem pagar, ada pula kegiatan peremajaan tanaman kopi melalui sambung samping.

"Selain itu ada juga program dari Kementerian Pertanian yang dilaksanakan oleh BRMP yang alokasi anggarannya dari Bank Dunia yakni program Integrated Corporation off Agricultural Resources Empowerment (ICARE) di Kabupaten Tanggamus," ucap dia.

Ia melanjutkan program itu merupakan integrasi antara tanaman kopi dengan ternak, dan yang menjadi lokus adalah petani kopi di Tanggamus.

"Saat ini yang menjadi fokus memang tanaman pangan, akan tetapi tanaman perkebunan salah satunya kopi melalui kegiatan-kegiatan tersebut pun diharapkan bisa mengalami peningkatan produksi," tambahnya.

Dia mengharapkan petani kopi di daerahnya juga bisa melakukan pemetikan buah petik merah untuk menjaga kualitas biji kopi.

Sebelumnya diketahui luas area tanam kopi di Provinsi Lampung mencapai 152.507 hektare, dengan rata-rata produksi 120.377 ton per tahun.

Baca juga: Lampung ekspor bubuk kopi robusta ke Hongkong senilai Rp753 juta

Baca juga: Tahura Wan Abdul Rachman kembangkan kopi ramah burung

Baca juga: Balai Karantina Lampung pastikan keamanan serta mutu kopi ekspor

Pewarta :
Editor : Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.