Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menyatakan bahwa pelaksanaan kegiatan bazar pangan murah dapat menjadi salah satu solusi untuk menjaga harga bahan makanan di daerah tetap stabil.
"Dalam rangka menjaga stabilitas harga pangan yang arahnya adalah untuk pengendalian inflasi, Pemerintah Provinsi Lampung telah melakukan bazar pangan murah dengan berkolaborasi bersama berbagai pihak di berbagai titik," ujar Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Bani Ispriyanto di Bandarlampung, Selasa.
Ia mengatakan bazar pangan murah tersebut dilaksanakan untuk mempermudah akses masyarakat dalam mendapatkan komoditas pangan dengan harga terjangkau, dan berkualitas baik.
"Dengan akses mendapatkan bahan pangan yang mudah bagi masyarakat, lalu harga dan kualitasnya baik. Tentu selain membantu masyarakat agar tetap tenang dan nyaman karena bisa memenuhi konsumsi. Hal tersebut juga mendorong aktivitas ekonomi tetap berjalan dengan meningkatkan daya beli masyarakat," katanya.
Ia memastikan pelaksanaan kegiatan bazar pangan murah di beberapa lokasi di daerah, menunjukkan pula bahwa pemerintah daerah hadir ketika harga pangan sudah mulai mengalami kenaikan meski masih dalam batas wajar.
"Saat ini memang ada beberapa yang mengalami kenaikan, namun masih dalam batas wajar. Sehingga langkah-langkah antisipatif terus dilakukan agar harga pangan tetap stabil," ucap dia.
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, pemerintah daerah bekerjasama dengan berbagai pihak seperti untuk penyediaan daging beku, beras, tepung, minyak goreng dan gula dilakukan oleh Bulog dan RNI. Untuk bawang merah, cabai merah dari kelompok tani dan bawang putih oleh ID Food.
"Kegiatan bazar pangan murah ini sudah dilakukan di kabupaten dan untuk saat ini tidak ada subsidi melainkan penyediaan harga yang lebih murah dari harga di pasaran saja," tambahnya.
Sebelumnya, BPS mencatat tingkat inflasi tahunan di Lampung pada Agustus 2025 sebesar 1,05 persen, atau lebih rendah jika dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 2,63 persen. Lebih rendah juga jika dibandingkan bulan yang sama di 2024 sebesar 2,33 persen.
Terdapat sejumlah komoditas penyumbang inflasi tahunan di Agustus yakni bawang merah sebesar 0,97 persen, emas perhiasan 0,30 persen, akademi atau perguruan tinggi 0,26 persen, beras sebesar 0,17 persen, dan tomat sebesar 0,08 persen.
Sedangkan bila dilihat per bulan Lampung justru tercatat deflasi sebesar 1,47 persen, dengan sumbangan terbesar deflasi berdasarkan kelompok pengeluaran adalah sektor pendidikan 18,77 persen serta andil deflasi 1,24 persen. Sedangkan komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok tersebut adalah uang sekolah SMA.
Baca juga: Ekonom sebut harga beras Agustus nyaris tak berkontribusi pada inflasi
Baca juga: Pemkab Lampung Timur dan Bantul tandatangani MoU pengendalian inflasi daerah
Baca juga: Mendagri minta Pemda untuk waspadai kenaikan harga pangan
