Bandarlampung (ANTARA) - Pelindo Regional 2 Panjang memperingati Hari Pelaut Sedunia dengan melakukan kegiatan keliling area Daerah Lingkungan Kerja (DLKR) dan Daerah Lingkungan Kepentingan (DLKP) di Pelabuhan Panjang menggunakan Tug Boat Batavia I.
"Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Pelaut Sedunia setiap 25 Juni. Ini merupakan bentuk simbolisasi terhadap peran krusial para pelaut dalam menggerakkan perdagangan global, menjaga stabilitas rantai pasok, dan menghadapi tantangan laut lepas," ujar General Manager (GM) Pelindo Regional II Panjang Imam Rahmiyadi di Bandarlampung, Rabu.
Ia mengatakan Hari Pelaut Sedunia ditetapkan oleh International Maritime Organization (IMO) pada 2010, dan 25 Juni dipilih karena bertepatan dengan adopsi Manila Amendments to the STCW Convention and Code yang merupakan regulasi internasional yang mengatur pelatihan, sertifikasi, dan pengawasan terhadap pelaut.
"Aturan ini menjadi dasar penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia pelaut dan keselamatan kerja di industri pelayaran," katanya.
Ia menjelaskan Hari Pelaut Sedunia menjadi simbol terhadap perjuangan para pelaut dalam menjaga stabilitas rantai pasok dan menghadapi tantangan laut lepas dengan menjadi bagian dari kekuatan maritim Indonesia.
"Pelaut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, diplomasi maritim, dan pemanfaatan potensi maritim untuk kesejahteraan masyarakat. Pelaut berperan penting dalam pengangkutan lebih dari 90 persen barang dagangan dunia dengan memastikan keberlanjutan rantai pasok global sehingga mampu mendukung perkembangan ekonomi negara-negara di seluruh dunia," tambahnya.
Tanggapan serupa juga dikatakan oleh Kepala KSOP Kelas 1 Panjang Hot Marojahan Hutapea.
"Catatan sejarah menunjukkan bahwa pelayaran laut pertama terjadi sekitar tahun 3200 SM dan didanai oleh Firaun Mesir. Hari Pelaut Sedunia tujuan utamanya adalah untuk menghargai kontribusi besar para pelaut terhadap perdagangan dan ekonomi global," ujar dia.
Selain itu, hari ini juga menjadi momen untuk mengenang pengorbanan para pelaut yang sering bekerja jauh dari keluarga. Peringatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran akan tantangan yang mereka hadapi, termasuk ancaman perompakan dan kondisi kerja yang tidak selalu aman.
Baca juga: Pelindo Lampung gelar simulasi tanggap darurat K3 gempa bumi
Baca juga: Pelindo Regional 2 Panjang bagikan 25 hewan kurban kepada masyarakat Lampung
Baca juga: Pelindo luncurkan Customer Care 102 untuk peningkatan kualitas layanan
