Logo Header Antaranews Lampung

Pelindo datangkan alat bongkar muat baru untuk tingkatkan layanan

Rabu, 11 Februari 2026 22:24 WIB
Image Print
Pengiriman alat baru ke terminal peti kemas. ANTARA/HO-Pelindo
Alat-alat tersebut rencananya akan mulai tiba secara bertahap pada semester II tahun 2026

Surabaya, Jatim (ANTARA) - Sejumlah terminal peti kemas yang dioperasikan oleh PT Pelindo Terminal Petikemas akan dilengkapi dengan alat bongkar muat baru untuk meningkatkan layanan.

Corporate Secretary Pelindo Terminal Petikemas Widyaswendra mengatakan alat baru itu meliputi 13 unit alat bongkar muat jenis quay container crane (QCC) atau alat angkat peti kemas di dermaga dan 26 unit alat bongkar muat jenis rubber tyred gantry crane (RTG) atau alat angkat peti kemas di lapangan penumpukan.

"Alat-alat tersebut rencananya akan mulai tiba secara bertahap pada semester II tahun 2026," kata Widyaswendra di Surabaya, Jatim, Selasa.

Widyaswendra mengatakan alat tersebut akan ditempatkan di sejumlah terminal utama seperti TPK Belawan di Sumatera Utara, TPS Surabaya di Jawa Timur, dan TPK Semarang di Jawa Tengah.

Terminal peti kemas lainnya yang akan menerima alat baru adalah TPK Panjang di Lampung, TPK Perawang di Riau, dan TPK Banjarmasin di Kalimantan Selatan.

Selanjutnya, adalah TPK Nilam di Jawa Timur, TPK Kendari di Sulawesi Tenggara, dan TPK Kijing di Kalimantan Barat.

Selain mendatangkan alat baru, Pelindo Terminal Petikemas juga akan melakukan optimalisasi aset sejumlah alat baik QCC maupun RTG untuk mendukung kehandalan bongkar muat di terminal lainnya seperti di TPK Berlian yang akan dilengkapi dengan dua unit QCC.

Sementara itu, Ketua DPP Indonesia National Shipowners' Association (INSA) Carmelita Hartoto menuturkan perlunya perkuatan kolaborasi antar pemangku kepentingan di industri kepelabuhanan.

Menurutnya, pembenahan infrastruktur dan suprastruktur pelabuhan perlu dilakukan seiring pertumbuhan lalu lintas barang yang setiap tahun terus meningkat.

"Dukungan infrastruktur, peralatan dan sistem operasi pelabuhan, harus terus diperbarui agar distribusi logistik nasional lebih optimal," ujarnya.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Trismawan Sanjaya menyoroti tiga hal utama yakni ketidakpastian regulasi, disparitas infrastruktur dan sumber daya manusia antarwilayah kepulauan dan kebutuhan standardisasi layanan termasuk di pelabuhan.

Ia menekankan infrastruktur logistik berbasis teknologi dan integrasi layanan menjadi kunci untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing global.

"Semua pihak memiliki peran dalam mata rantai logistik untuk menghadirkan biaya logistik yang kompetitif, baik itu operator pelabuhan, jasa transportasi, hingga pergudangan," katanya.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pelindo datangkan alat bongkar muat baru guna tingkatkan layanan



Pewarta :
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026