Kota Bengkulu (ANTARA) - Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Lampung dan Bengkulu mencanangkan pembentukan Desa Devisa Klaster Kopi di Provinsi Bengkulu, tepatnya di Kabupaten Kepahiang.
Melalui program desa devisa ini, DJKN akan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada petani kopi dan koperasi yang berada di Kabupaten Kepahiang untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing sehingga produk unggulan lokal bisa mendunia.
Selain itu, melalui pembentukan Desa Devisa Kluster Kopi, pihaknya berharap dapat menciptakan sinergi dan meningkatkan kesejahteraan serta pendapatan penggiat usaha atau petani kopi agar mampu berkontribusi dalam peningkatan ekspor dan pendapatan devisa yang berkelanjutan.
"Dengan adanya Desa Devisa Kluster Kopi dapat mendorong kualitas produksi kopi Provinsi Bengkulu menjadi penghasil kopi berkualitas terbaik sehingga bisa berdaya saing global dengan komoditas kopi yang berasal dari negara lain," kata Dudung.