Logo Header Antaranews Lampung

Produksi kopi di Kabupaten Tanggamus Lampung capai 800 kg/ha

Rabu, 19 Oktober 2022 09:34 WIB
Image Print
Ilustrasi - Petani menunjukkan buah kopi hasil panen. ANTARA/HO
Bandarlampung (ANTARA) - Produksi buah kopi di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, pada 2022 rata-rata mencapai 800 kilogram per hektare atau turun dibandingkan 2021 yang mencapai satu ton per hektare.

"Kendati panen kopi turun dibandingkan tahun lalu karena faktor curah hujan tinggi. Tapi, produksinya kami rasa masih cukup baik," kata petani kopi di Desa Ngarip, Kecamatan Ulu Belu, Tanggamus, Triyanto saat dihubungi di Bandarlampung, Selasa.

Ia menyebutkan faktor cuaca ekstrem berupa curah hujan tinggi pada tahun lalu mengakibatkan bunga bakal buah banyak yang rontok.

Dengan demikian, produksi kopi di wilayah Tanggamus dan sekitarnya pada tahun ini turun, meski tak terlalu anjlok.

Selain itu, ia menjelaskan buah kopi di wilayah Kabupaten Tanggamus, Lampung dan sekitarnya banyak terserang hama penggerek buah kopi (PBKo) sehingga mengakibatkan produksi turun dan kualitasnya rendah.

"Akibat serangan hama ini mengakibatkan mutu kopi menjadi rendah," katanya.

Ia mengatakan serangan hama penggerek buah ini hampir terjadi di setiap musim kopi dan sebagian besar menyerang buah yang sudah tua atau siap dipanen.

"Sebagian besar hama penggerek ini menyerang buah yang sudah tua atau siap panen," ujarnya.

M Toyib, petani kopi lainnya, mengatakan faktor penyebab produksi turun akibat datangnya hama penggerek buah kopi karena iklim yang lembab.

Karena itu, ia juga meminta petani kopi di daerahnya untuk mengatasi hama tersebut salah satunya dengan cara pemeliharaan tanaman.

"Meski sudah terserang hama, petani masih banyak yang kurang peduli untuk memelihara tanaman kopinya," ujarnya.

Kendati produksi turun, lanjutnya, harga biji kopi pada saat ini naik dari sebelumnya Rp25.000 per kg menjadi Rp28.000/kg.

Luas area lahan kopi di Provinsi Lampung mencapai 156.918 hektare dengan 142.511 petani. Diproyeksikan produksi tahun 2022 bisa mencapai 200 ribu ton dan pemerintah daerah pun berencana untuk melakukan hilirisasi produk kopi menjadi kopi bubuk yang tersentralisasi di desa-desa.



Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026