Polda Lampung bentuk tim gabungan memburu pelaku pelemparan bus Damri di tol

id polda lampung,damri,bus damri, lempar batu

Polda Lampung bentuk tim gabungan memburu pelaku pelemparan bus Damri di tol

Polda Lampung  bentuk tim gabungan untuk memburu pelaku pelemparan bus Damri di Tol (ANTARA/HO)

Bandarlampung (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Lampung, bergerak cepat dalam menindak lanjuti kejadian pelemparan batu yang menimpa bus Damri dengan Nomor Polisi BE 7839 CU, diduga dilempar batu oleh orang tidak dikenal di sekitar KM68 - KM 70 JTTS.

Kapolda Lampung Irjen Pol. Akhmad Wiyagus, diwakili oleh Kabid Humas Lampung Kombes Pol. Zahwani Pandra Arsyad  di Bandarlampung, Jumat, mengatakan, berdasarkan laporan dari petugas dil apangan, telah terjadi pelemparan batu terhadap bus Damri dengan Nomor Polisi BE 7839 CU, yang terjadi pada hari Kamis 03 agustus 2022, tepatnya di sekitar KM68 - KM 70 JTTS.

Dalam insiden pelemparan batu oleh orang tidak dikenal tersebut, lanjutnya, mengakibatkan sang sopir mengalami luka ringan terkena percikan kaca pintu bus Damri dari kaca pintu depan sebelah kiri, namun seluruh penumpang di dalamnya aman.

Akibatnya, keberangkatannya ditunda karena sopir mengalami luka ringan, sedangkan para penumpang langsung diberangkatkan ke Bandung dengan bus cadangan.

Pandra menjelaskan, bahwa bus Damri dengan penumpang 23 orang jurusan Tanjung Karang-Bandung tersebut berangkat pukul 19.30 WIB tersebut masuk melalui Gerbang Tol Itera, kemudian terjadi pelemparan di sekitar KM 68-70 di JTTS.

"Pelemparan tidak hanya ditunjukkan ke bus Damri, tapi juga bus umum lainnya dan truk yang lewat juga terkena pelemparan di jalan itu,” jelas Pandra.

Berdasarkan informasi tersebut, Polda Lampung bergerak cepat.

"Kita sudah membentuk tim gabungan, personil dari subdit III Jatanras Ditreskrimum dan Tekab 308 Polres Selatan, untuk memburu pelaku pelemparan batu tersebut,” ungkap Pandra.

Dalam kegiatannya, tim gabungan ini telah melakukan beberapa kegiatan, yakni pertama melakukan koordinasi dengan pihak bus Damri untuk meminta keterangan terkait informasi yang mengetahui peristiwa pelemparan tersebut.

Kedua, meminta pihak Damri, untuk membuat laporan polisi, ketiga, melakukan koordinasi dengan pihak pengelola jalan Tol, untuk mendapatkan informasi berdasarakan keterangan para petugas terkait pengamanan di sekitar Tol, dan keempat,  juga melakukan penyelidikan di sekitar TKP yang diduga di KM 69 arah Bakauheni.

Pihaknya juga akan melaksanakan langkah-langkah preventif dengan cara melakukan imbauan kepada  masyarakat sekitar jalan tol, yang bersebelahan/samping maupun di jalan fly over yang di bawahnya ada jalan tol, melalui Kapolsek dan Bhabinkamtibmas setempat.

"Kami imbau kepada masyarakat, jika mengalami hal serupa agar segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak Kepolisian setempat, sehingga kita segera mengambil langkah cepat untuk menangani kejadian tersebut, kemudian kami mohon doa dari seluruh masyarakat, agar kejadian ini segera kami ungkap, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman," tutup Pandra. 
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2022