
Dompet Dhuafa Sumsel ketatkan quality control hewan kurban

Kandang selalu kita jaga kebersihannya, kemudian penyemprotan disinfektan juga terus kita lakukan, ujarnya
Sumatera Selatan (ANTARA) - Dompet Dhuafa Sumsel melakukan quality control atau pengawasan yang ketat demi memastikan seluruh hewan kurban dalam kondisi sehat dan terbebas dari penyakit menular.
Tahun ini DD Sumsel menargetkan mendistribusikan 320 ekor kurban atau setara domba/kambing tahun ini yang nantinya akan disalurkan ke daerah-daerah yang membutuhkan daging kurban, dengan growth 33 persen dari Tebar Hewan Kurban (THK) tahun lalu.
Dompet Dhuafa melalui program Tebar Hewan Kurban membangun Sentra Ternak yang tersebar di 12 provinsi pemasok utama yang merupakan peternakan terpadu yang dikelola secara baik. Salah satu lokasi DD Farm Sentra Ternak berada di Sumatera Selatan yang berlokasi di Desa Rejodadi, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin.
Manajer DD Farm Sumsel Heriyanto mengatakan setidaknya ada 400 ekor bomba kambing saat ini berada kandang secara hati-hati pemantauan kesehatan hewan terus dilakukan, dan dipastikan tidak tertular wabah PMK.
“Kandang selalu kita jaga kebersihannya, kemudian penyemprotan disinfektan juga terus kita lakukan," ujarnya, dalam keterangan tertulis Selasa (07/06/2022).
Heri tidak memungkiri semakin kerepotan dalam melakukan berbagai upaya preventif untuk mencegah penularan pada hewan-hewan ternak yang ada di DD Farm agar layak dan sehat untuk kemudian dijadikan hewan kurban pada THK 1443 H nanti.
Tentang Dompet Dhuafa
Dompet Dhuafa adalah lembaga Filantropi Islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum Dhuafa dengan pendekatan budaya melalui kegiatan filantropis (welasasih) dan wirausaha sosial. Selama 28 tahun lebih, Dompet Dhuafa telah memberikan kontribusi layanan bagi perkembangan umat dalam bidang sosial, kesehatan, ekonomi, dan kebencanaan serta CSR.
Pewarta : Muklasin
Editor:
Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
