
Dompet Dhuafa bagikan masker di wilayah terdampak karhutla

Kalimantan Barat (ANTARA) - Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa membagikan masker untuk warga di Dusun Lintang Batang, Sui Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, pada Minggu (30/8/2026).
“DMC Dompet Dhuafa membagikan masker setiap harinya sejak 21 Agustus 2026 lalu. Terhitung hingga hari ini ada sekitar 1000 masker yang telah dibagikan ke warga terdampak kabut asap di wilayah Sui Ambawang,” kata Kabag Tanggap Darurat, Pemulihan dan Rekonstruksi DMC Dompet Dhuafa, Eka Suwandi,
DMC Dompet Dhuafa bersama Dompet Umat juga membuka layanan pos medis di Dusun Lintang Batang untuk melayani warga yang memiliki gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap tersebut.
“Kami juga masih turun dalam aksi pemadaman karhutla di wilayah Kubu Raya yang masih banyak terdapat titik panas. Semoga ikhtiar kami bisa membantu mengurangi beban yang diderita warga terdampak karhutla,” pungkas Eka.
Kabut asap akibat karhutla di Kalimantan telah menyelimuti sejumlah wilayah sejak dua bulan terakhir. Mulai awal atau pertengahan Juli hingga Agustus 2026. Akibat kebakaran yang menghanguskan ribuan hektar lahan ini, kualitas udara di Kalimantan mencapai level yang membahayakan.
Merujuk pada Permen LHK No. 14 Tahun 2020 tentang Indeks Standar Pencemar Udara, ISPU pada rentang 0-50 memiliki kualitas udara baik, rentang 51-100 berarti kualitas udara sedang, dan rentang 101-200 kualitas udara tidak sehat yang bersifat merugikan manusia, hewan, dan tumbuhan.
Berdasarkan halaman Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada Ahad (30/8/2026) pukul 18.00 WIB terungkap bahwa indeks kualitas udara di Kalimantan Tengah sebesar 893. Sementara di Kalimantan Barat, Timur, dan Selatan, berturut-turut berada di 721, 300, dan 289. Dengan kualitas udara yang buruk itu penggunaan masker jadi kebutuhan yang darurat.
Pewarta : Muklasin
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
