
Panen cabai Lampung diprediksi pada April

Bandarlampung (ANTARA) - Sejumlah petani memperkirakan panen cabai di daerahnya terjadi pada awal April, dan hasil panen itu akan mampu menekan lonjakan harga komoditas tersebut menjelang bulan puasa.
"Awal April kita perkirakan sudah mulai panen cabai di beberapa kabupaten, sebab pada awal tahun, kita sudah meminta kepada petani cabai untuk menanam lebih awal," ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, Kusnardi, saat dihubungi di Bandarlampung, Sabtu.
Ia mengatakan dengan adanya panen cabai tersebut diharapkan dapat mengantisipasi lonjakan harga karena banyaknya permintaan akan cabai di bulan Ramadhan.
"Permintaan bakal banyak jelang Ramadhan, semoga dengan adanya panen di awal April bisa membantu memenuhi konsumsi masyarakat. Namun di beberapa kabupaten sudah mulai ada yang panen Februari lalu sebab cabai ini sifat panennya bertahap," katanya.
Menurutnya, luas panen cabai Lampung nantinya diperkirakan 45 hektare.
Hal senada juga dikatakan oleh Kepala Biro Ekonomi Provinsi Lampung Elvira Umihanni.
"Berdasarkan laporan yang ada dari dinas, kita akan melakukan panen cabai dengan luasan panen 145 hektare," ujar Elvira.
Ia menjelaskan panen cabai tersebut akan dilakukan di beberapa kabupaten yakni Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Utara, Waykanan, Pringsewu, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, dan Kota Bandarlampung.
Berdasarkan data Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian melalui aplikasi Simonstok terinci di Lampung pada Maret 2021 kebutuhan akan cabai besar berjumlah 1.909 ton dengan ketersediaan pasokan 2.363 ton, sedangkan untuk cabai rawit pasokan yang tersedia hanya 681 ton dan kebutuhan berjumlah 1.718 ton.
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
