Toga jahe merah, minuman kaya khasiat hadapi COVID-19

id lampung, lampung barat, perkebunan, jahe merah, virua corona

Toga jahe merah, minuman kaya khasiat hadapi COVID-19

Ibu Susmawati Ketua KWT Laksar Wanita Mandiri (Foto : Antaralampung/Istimewa)

Berita kerjasama
Bandarlampung (ANTARA) - Masa Pandemi COVID-19 membuka peluang lokal yang bisa digeluti masyarakat. Seperti yang dilakukan KWT Laskar Wanita Mandiri yang telah memproduksi Olahan tanaman obat keluarga (Toga) jahe merah.

Bila dulu masyarakat terkesan alergi dengan aroma empon-empon kini pola hidup masyarakat pun berubah dan menjadikan empon-empon bagian dari produk yang dikonsumsi setiap harinya. kita mengenal minuman berbahan baku Jahe, kunyit, lengkuas, temulawak dan temu kunci.

Olahan Toga Jahe Merah yang dibuat oleh KWT Laksar Wanita Mandiri dengan Penyajiannya yang simple memudahkan masyarakat menikmati minuman kaya akan khasiat ini.

Olahan toga jahe merah terdiri dari jahe merah berkualitas bagus dan gula putih dapat memberikan sensasi hangat pada badan dan mampu meningkatkan imunitas tubuh.

Hal ini telah dibuktikan oleh kelompok Usaha Kecil Menegah (UKW) di Kecamatan Sekincau Kabupaten Lamphng Barat, yang dapat meningkatkan usaha taninya. Adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Laskar Wanita Mandiri telah memproduksi olahan toga jahe merah jauh sebelum Pandemi COVID-19 melanda.

KWT Laskar Wanita Mandiri mendulang rejeki dengan meningkatnya permintaan akan olahan toga jahe merah.

Ketua KWT Laskar Wanita Mandiri Susmawati, Jumat mengatakan bahwa terjadi peningkatan yang pesat, nilai jual dari olahan toga jahe merah 60 ribu rupiah/ kilogram dan Kunyit 50 ribu rupiah / kilogram diharapkan dengan nilai jual tersebut juga dapat membantu perekonomian anggotaKWT Laskar Wanita Mandiri.

"Kami saat ini menambah waktu produksi untuk memenuhi banyaknya permintaan. Bila sebelumnya produk kami hanya memenuhi permintaan di wilayah Kabupaten Lampung Barat kini bisa sampai Sumatera Selatan dan provinsi lainnya. Tak hanya mengejar untung semata, kami tetap memperhatikan komposisi dan kandungan manfaat dari toga jahe merah. Kualitas tetap kami jaga," ungkap Ibu Susmawati.

Selain olahan toga jahe merah KWT Laskar Wanita Mandiri juga memproduksi toga kunyit dan limbah dari jahe dapat dijadikan produk dodol kopi jahe yang mana Lampung Barat terkenal dengan produksi kopi yang berlimpah serta mengikuti instruksi dari Bupati Lampung Barat.

Eci Atona, seorang penyuluh wilayah binaan Kecamatan Sekincau, Kabupaten Lampung Barat, menambahkan dengan tingginya permintaan olahan toga jahe merah, KWT ini mampu membantu masyarakat di sekitarnya dan mengangkat perekonomian keluarga warga sekitarnya.

"Seperti namanya "Laksar Wanita Mandiri" KWT ini memberikan peluang bagi masyarakat sekitar kecamatan Sekincau yang terkena pemutusan hubungan kerja dampak pendemi COVID-19 dengan memberikan mereka kesempatan untuk ikut memproduksi dan memasarkan minuman kaya khasiat ini," kata Eci.

Eci meyakini pertanian memiliki banyak peluang usaha bagi siapa saja yang mau berusaha dan mampu melihat peluang bisnis dari sektor pertanian.

"Jangan takut mencoba, pertanian selalu menjadi sektor yang menjanjikan," ucap Agung.

Olahan toga jahe merah merupakan satu diantara banyak cara untuk meningkatkan imunitas tubuh masyarakat. Selain itu, banyak produk pertanian lain seperti buah, sayur, hingga produk peternakan

Karena itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian, Dedi Nusyamsi mengatakan pencegah utama COVID-19 adalah pangan. Dalam penyiapan ketersediaan pangan ini ada peluang bisnis yang bisa dimanfaatkan oleh para petani.

"Pertanian tidak boleh berhenti, jadikan kondisi ini peluang yang dapat dijadikan peningkatan usaha oleh para petani," ujar Dedi.
Pewarta :
Editor : Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar