Bupati Adipati audensi dengan tim program petani berjaya

id Lampjng, waykanan

Bupati Adipati audensi dengan tim program petani berjaya

Bupati Waykanan, Provinsi Lampung Raden Adipati Surya menerima Audiensi Tim Program Kartu Petani Berjaya ( PKPB ) Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung Tahun 2020 di Ruangn Rapat Bupati, setempat. (Foto : Antaralampung/Istimewa)

Bandarlampung (ANTARA) - Bupati Waykanan, Provinsi Lampung Raden Adipati Surya menerima Audiensi Tim Program Kartu Petani Berjaya ( PKPB ) Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung Tahun 2020 di Ruang Rapat Bupati, setempat.



“Mengenai Peraturan Gubernur Nomor 9 Tahun 2020 tentang Program Kartu Petani Berjaya serta penjelasan dimana Program Kartu Petani Berjaya merupakan suatu program yang menghubungkan semua kepentingan pertanian dengan tujuan mencapai kesejahteraan petani dan semua pihak yang terlibat dalam proses pertanian secara bersama-sama,” ujar Kepala Dinas Pertanian, ketahanan Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, Kusnardi, di Blambangan Umpu, jumat



Menurutnya, program KPB juga memiliki filosofi yaitu sistem berjalan sebagaimana bisnis apa adanya, tidak menggunakan dana APBN maupun APBD, sistem berbasis keanggotaan tertutup, sistem memiliki data yang didapat dari praktik lapangan yang akan berubah secara terus menerus dengan tujuan mengetahui efektivitas dan efisiensi pertanian serta perlunya komitmen kebersamaan ( gotong royong ) dari semua pihak yang terlibat untuk keberlanjutan.



Selain itu, untuk ukuran kinerja keberhasilan diperhatikan dari peningkatan produksi dan produktivitas, efisiensi usaha tani, peningkatan keuntungan usaha tani serta peningkatan Nilai Tukar Petani ( NTP ).



“PKPB sendiri memiliki keunikan yaitu rencana usaha tani dimana perencanaan usaha tani yang meliputi kebutuhan semprotan per masa tanam, jadwal tanam, biaya kegiatan dan pekerjaan pertanian dan setiap masa tanam,” katanya



Kusnardi menjelaskan, untuk sisi laporan usaha tani, realisasi usaha tani sebagai tolak ukur keberhasilan usaha tani, serta sebagai laporan keuangan sebagai acuan bank capabilities. Sementara dari sisi Keanggotaan, petani dan semua pihak terkait yang merupakan anggota, terdaftar dalam satu sistem, serta proses transfer dan arus transaksi secara otomatis diatur dalam sistem KPB.



Selanjutnya, untuk pihak yang terlibat yaitu Petani, distributor benih, pupuk dan obat, Poktan, Penyuluh, Kios Saprotan, Lembaga Keuangan, Buyer / Pembeli, Profesional dan Tenaga Ahli serta Pemerintah Daerah. Sedangkan untuk manfaat yang didapatkan dari Program Kartu Petani Berjaya yaitu Petani mendapatkan kepastian ketersediaan pupuk, benih, obat-obatan baik yang digunakan pada tanaman pangan, perkebunan, peternakan dan perikanan yang bersubsidi dan Non subsidi dengan harga dan kualitas terbaik. Petani mendapatkan kemudahan permodalan baik dari Bank atau Lembaga Keuangan lainnya, mendapatkan dukungan asuransi usaha tani padi ( AUTP ) maupun asuransi usaha lainnya, mendapatkan fasilitas sosial program Pemerintah ( Beasiswa anak petani dan bantuan sosial lainnya ), mendapatkan kepastian pemasaran hasil panen dengan harga terbaik, mendapatkan pembinaan dan penyuluhan usaha, mendapatkan informasi dan laporan keuangan usaha serta mendapatkan informasi terkini terkait dengan rekomendasi teknologi usaha baik pertanian, perkebunan , peternakan dan perikanan.



Lanjutnya, Kusnardi menjelaskan banyak manfaat yang didapat Gubernur dan Kepala Daerah dari PKPB yaitu mendapatkan data dan informasi yang akurat berkaitan dengan pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan, mendapatkan efektivitas program terkait dengan pertanian seperti pupuk subsidi, benih, KUR, bantuan sosial, peningkatan produksi dan lainnya. Selain itu juga kecepatan dan ketepatan pengambilan keputusan dalam mitigasi kegagalan program yang terkait dengan pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan serta peningkatan pendapatan asli daerah ( PAD ).



“Peran forkopimda, Bupati serta Walikota yang diharapkan dapat membuat dan melaksanakan kebijakan yang mendukung berjalannya PKPB yang berfokus pada peningkatan produksi, produktivitas dan efisiensi usaha tani serta mengkoordinasikan semua pihak dan dinas terkait sesuai dengan fungsi dan perannya masing-masing yang televan dengan PKPB,” jelasnya

Pewarta :
Editor : Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar