PT KAI Tanjungkarang prediksi peningkatan penumpang 4 persen

id Nataru 2019, lampung, kereta api, tiket kereta, penumpang kereta,layanan KA Tanjungkarang

PT KAI Tanjungkarang prediksi peningkatan penumpang 4 persen

EVP PT KAI Divre IV Tanjungkarang Sulthon Hasanudin saat mengecek jalur perlintasan kereta api (Foto : Antaralampung/Emir F Saputra)

Kepala Divre IV PT KAI Tanjungkarang Sulthon Hasanudin mengatakan, kereta api penumpang setiap libur Natal dan Tahun Baru selalu mengalami peningkatan secara nasional mencapai 4 persen.
Bandarlampung (ANTARA) -
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional IV Tanjungkarang memprediksi adanya peningkatan penumpang pada angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 mencapai empat persen.

Kepala Divre IV PT KAI Tanjungkarang Sulthon Hasanudin mengatakan, kereta api penumpang setiap libur Natal dan Tahun Baru selalu mengalami peningkatan secara nasional mencapai 4 persen. 
 
"Karena diprediksi dari pengalaman kami pada Natal dan Tahun Baru sebelumnya ada peningkatan penumpang, maka kami meningkatkan pelayanan dengan jumlah pegawai yang siaga," kata Sulthon Hasanudin, di Bandarlampung, Kamis. 
 
 
Pihaknya juga mengantisipasi soal keamanan penumpang dan keselamatan selama perjalanan, dengan penambahan petugas keamanan di Stasiun Tanjungkarang, dan stasiun-stasiun lainnya, serta petugas yang berjaga di atas kereta terus ditingkatkan. 
 
"Alhamdulillah di Lampung ini situasi kondusif, tidak ada laporan yang aneh-aneh. Bahkan dalam enam bulan terakhir, hanya ada laporan disiplin saja seperti merokok di dalam kereta. Tidak ada tindak pidana kriminalitas di stasiun," katanya pula.
Baca juga: Pengguna KA berharap layanan ditingkatkan
 
Sulthon menjelaskan, untuk lebih memberikan rasa aman bagi pengguna jasa kereta api, selama angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. PT KAI Divre IV Tanjungkarang menyiapkan 365 personel keamanan yang terdiri dari 63 personel Polsuska, 272 personel security, dan bantuan eksternal dari TNI/Polri sebanyak 30 personel.

Personel keamanan tersebut akan melakukan pengamanan di atas KA, di stasiun maupun secara mobile melakukan patroli di jalur KA dan objek-objek penting lainnya seperti dipo lokomotif dan dipo kereta.
 
Selain itu, PT KAI juga mencatat ada beberapa titik rawan bencana, baik longsor maupun tanah bergerak. Daerah-daerah rawan tersebut antara lain satu titik rawan longsor di Km 167+300 sd 168+800 antara Way Tuba-Negeri Agung, untuk daerah rawan ambles ada dua titik di Km 208+700/800 antara Gilas-Martapura dan Km 212+800/900 antara Gilas-Spancar.
 
"Untuk mengatasi kalau terjadi bencana alam, Divre IV telah menyiapkan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) berupa satu unit gerbong yang berisi batu balas, bantalan rel, pasir, karung, besi H beam (untuk jembatan), alat penambat rel, dan peralatan pendukung lainnya pada titik-titik yang telah ditentukan," kata Sulthon.

Termasuk pada daerah rawan pergerakan tanah, nantinya untuk daerah ini, karena banyak topografi tanah yang bergerak, PT KAI akan melakukan pengukuran jalur yang dilewati kereta. 

"Jadi setiap ada perlewatan kereta akan diukur geometrinya, supaya kami yakin titik rawan bisa dilalui," ujarnya pula.
 
Pada musim libur Natal dan Tahun Baru, PT KAI memprediksi puncak Natal pada arus mudik mulai 22 Desember, sementara arus balik diprediksi pada 5 Januari 2020.
Pewarta :
Editor : Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar