Ridho Allah tergantung ridhonya orang tua

id maulid nabi,masjid al mardiyah

Ridho Allah tergantung ridhonya orang tua

Hi Faizin Al Jauhari, S.THI saat memberikan tausiah. (ANTARA/Triono Subagyo)

Karena itu, jika kita masih memiliki orang tua, maka muliakanlah mereka. Namun jika tidak ada lagi orang tua, maka doakanlah, sedekahlah atas nama mereka
Bandarlampung (ANTARA) - Penceramah pada memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al Mardiyah, Labuhanratu Raya, Kota Bandarlampung, Sabtu malam, Hi Faizin Al Jauhari, S.THI mengingatkan bahwa ridhonya Allah adalah tergantung ridhonya orang tua.

"Karena itu, jika kita masih memiliki orang tua, maka muliakanlah mereka. Namun jika tidak ada lagi orang tua, maka doakanlah, sedekahlah atas nama mereka," kata dia.

Memuliakan atau menghormati orang tua banyak caranya, di antaranya dengan tidak menyakitinya baik perkataan apalagi fisik.

Faizin juga mengingatkan para orang tua, bahwa harus pula memuliakan anak-anaknya. Karena apa yang dilakukan orang tua bisa berpengaruh kepada kehidupan anak.

"Kalau orang tua sering berkata buruk, maka akan ditiru pula. Selain itu, perkataan orang tua adalah doa," kata dia.

Ia pun mengajak para orang tua untuk lebih dekat kepada anak-anak. "Pernah tidak ketika anak pulang dari sekolah setelah mengucap salam, kita temui dan peluk?" tanya dia.

Sebab, dengan memeluk dan mencium ubun-ubun sambil didoakan akan membuat jiwa anak lebih tenang dan dekat serta patuh kepada orang tua.

Penceramah juga menanyakan untuk apa menggelar acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW?  Hal itu karena kita cita kepadanya dan akan mengikuti dan meneladani sifatnya.

Sementara itu, Wali Kota Bandarlampung dalam sambutan yang dibacakan oleh Ketua RT 04, Kelurahan Labuhanratu Raya, Kecamatan Labuhanratu, Busroni mengajak masyarakat untuk meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW.

Selain itu, wali kota mengingatkan agar masyarakat tetap menjaga stabilitas dan keharmonisan di lingkungannya, apalagi tahun depan ada agenda pemilihan wali kota.

Pada kegiatan tersebut, Bendahara Masjid Al Mardiyah Zakaria Mansyur menjelaskan rencana pembangunan kubah masjid yang saat ini belum terealisasi.

"Kita menunggu dermawan yang ingin membantu agar kubah masjid segera terbangun. Perhitungan sekitar Rp30 juta," katanya.

Zakaria juga mengumumkan tentang rencana pergantian Ketua Risma dan langsung disetujui secara aklamasi oleh pengurus masjid serta jemaah yang hadir.

Pergantian Ketua Risma tersebut karena ketua yang lama Rian/Abid sudah menikah sehingga waktunya untuk kegiatan tersebut berkurang, dan penggantinya adalah Yudha Sulaiman yang dibantu Azis sebagai sekretaris dan Adi Mursalin sebagai bendahara.



 
Pewarta :
Editor : Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar