
Messi akui senang jika Neymar kembali

Jakarta (ANTARA) - Lionel Messi mengatakan bahwa ia akan "senang" bila Neymar kembali ke Barcelona karena kehadirannya bisa "meningkatkan peluang kita untuk mencapai tujuan."
Neymar bergabung dengan Paris Saint-Germain dari Barcelona pada 2017 dengan memecahkan rekor transfer dunia sebesar 222 juta euro (sekitar Rp3,42 triliun).
Baca juga: Yang nuduh Neymar pemerkosa, diduga lakukan pemerasan di Brasil
"Ia sangat ingin kembali," ujar Messi kepada surat kabar Spanyol Sport yang dilansir BBC pada Kamis (12/9).
"Saya tidak tahu apakah klub benar-benar mencoba (mendatangkannya) atau tidak."
Baca juga: Segala upaya ditempuh Neymar untuk balik ke Barcelona
Pemain asal Brasil itu mencetak 105 gol dalam 186 pertandingan untuk klub Katalunya tersebut antara 2013-2017 dan mengoleksi 51 gol dalam 58 pertandingan untuk PSG.
Penyerang berusia 27 tahun itu berulang kali dikaitkan dengan mantan klubnya, Barcelona selama jendela transfer musim panas ini, meski akhirnya kesepakatan transfer tidak bisa terwujud.
"Saya akan senang bila Neymar bisa kembali," kata kapten Barcelona berusia 32 tahun itu.
"Saya mengerti orang-orang yang menentang kepulangannya dan itu bisa dimengerti karena cara 'Ney' pergi (dari Barcelona)."
"Namun, untuk level olahraga, saya pribadi berpikir Neymar adalah salah satu pemain terbaik di dunia dan memilikinya di tim kami akan meningkatkan peluang kami mencapai target kami."
Messi juga membantah para pemain Barcelona meminta klub untuk memulangkan Neymar. "Kami memberikan pendapat kami apakah akan baik bila ia kembali atau tidak, tetapi kami tidak pernah memaksa klub merekrutnya."
Meski gagal bermain bersama Neymar lagi, Messi mengatakan ia "tidak kecewa" dan menambahkan bahwa Barcelona memiliki "skuat yang spektakuler dan dapat meraih segalanya tanpanya."
Baca juga: Rangkuman panjang transfer Neymar musim panas ini
Baca juga: Neymar memutuskan tetap di PSG
Pewarta : Hendri Sukma Indrawan
Editor:
Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
