Polisi identifikasi penemuan mayat mengapung di sungai

id mayat mengambang,polsek gunung agung, akp tri handoko,tulang bawang

Mayat yang ditemukan mengapung oleh warga Kampung Gunung Terang, Jumat (5/4). Polisi saat ini masih menyelidiki temuan mayat tersebut. (Foto: Ist)

Tulang Bawang (ANTARA) - Polsek Gunung Agung melakukan indentifikasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP) atas penemuan mayat laki-laki mengapung di sungai yang berada di Tiyuh/Kampung Gunung Terang.

Kapolsek Gunung Agung AKP Tri Handoko mewakili Kapolres Tulang Bawang AKBP Syaiful Wahyudi,  Sabtu, mengatakan, mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh saksi Toni (40), seorang petani warga Tiyuh Gunung Terang, pada Jumat  (5/4) saat hendak memancing di sungai.

“Adapun identitas dari mayat adalah Sarto (60), petani, warga Dusun Terang Batin, Tiyuh Terang Mulya, Kecamatan Gunung Terang, Kabupaten Tulang Bawang Barat,” ujar AKP Tri.

Menurut keterangan saksi Herman (30), warga Dusun Terang Batin kepada petugas, korban terakhir kali dilihat oleh saksi pada Rabu (3/4) saat itu korban sedang mencari rumput di sungai dengan menggunakan perahu sampan.

“Ketika korban sedang menurunkan barang-barang miliknya dari atas perahu sampan, karena perahu tersebut tidak diikat, perahu milik korban tersebut hanyut terbawa arus. Korban lalu berusaha mengejar perahu miliknya dengan cara berenang, namun seketika korban ikut hanyut dan tenggelam terbawa arus sungai,” ujar Herman.

Warga masyarakat yang mendapatkan informasi tentang kejadian tersebut, langsung melakukan pencarian terhadap korban. Namun pencarian tidak membuahkan hasil sampai akhirnya jenazah korban berhasil ditemukan oleh saksi Toni ketika hendak memancing di sungai.

Mendapatkan informasi tentang penemuan mayat oleh warga, petugas Polsek Gunung Agung langsung melakukan olah TKP.

Jenazah korban kemudian langsung dibawa ke rumah duka dan segera dimakamkan hari itu juga di tempat pemakaman umum (TPU). Pihak keluarga tidak bersedia untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah dan telah menerima kejadian tersebut sebagai sebuah musibah.
Pewarta :
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar