Prodia Lampung Edukasi Masyarakat di Bandarlampung

id Prodia, gelar, seminar

Prodia Lampung Edukasi Masyarakat di Bandarlampung

Branch Manager Prodia Lampung Yudi Triyono menjelaskan terkait Prodia, di Bandarlampung, Sabtu (6/4). (Foto: Damiri/Antaralampung.com)

Bandarlampung (ANTARA) - PT Prodia Widyahusada Tbk Lampung menyelenggarakan seminar nasional dengan tema "Get Nutrified, Ask Your DNA”, di Mal Boemi Kedaton, Bandarlampung dengan menghadirkan dua pembicara, yakni dr Yusuf Aulia Rahman dan Indah Saputri sebagai Product Spesialis PT Prodia.

"Kedua pembicara akan memberikan edukasi kepada masyarakat yang memperkenalkan dan memaparkan Iebih jauh tentang Personalized Nutritions," kata Branch Manager Prodia Lampung Yudi Triyono, di Bandarlampung, Sabtu.

Yudi menjelaskan, jumlah kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan setiap orang sangat berbeda berdasarkan kondisi tubuh masing-masing. Namun yang utama, katanya, berdasarkan gen dalam tubuh yang berpengaruh pada sifat, fisik, kesehatan, dan respons tubuh terhadap berbagai macam nutrisi.

Menurutnya, tidak hanya kebutuhan nutrisi yang berbeda akan tetapi jenis serta jumlah olahraga setiap orang juga memiliki perbedaan. Nutrisi dan latihan fisik dengan porsi yang sama belum tentu memberikan efek yang sama bagi setiap orang, bahkan anak kembar bisa memiliki kebutuhan nutrisi dan porsi olahraga hingga risiko penyakit yang berbeda.

"Hal itu membuat Prodia menyadari penting mengedukasi masyarakat tentang kebutuhan nutrisi setiap individu yang berbeda satu sama lain. Dengan mengetahui kebutuhan nutrisi yang tepat maka untuk tubuh dapat menjaga kesehatan dan mencegah timbul beragam risiko penyakit," kata dia menerangkan.

Salah satu pembicara dr Yusuf Aulia Rahman mengatakan bahwa makanan sehat pun bisa menyebabkan sensitivitas dan jenis makanan tertentu yang memiliki risiko berbeda untuk setiap orang terhadap penyakit tertentu.

”Contohnya seperti makanan cepat saji akan mengaktifkan potensi sel kanker. Sedangkan makanan yang mengandung gula tinggi mempunyai risiko terjadi peradangan. Hal ini tentu akan menimbulkan risiko penyakit yang berbeda dengan orang yang sukanya makan buah, sayur, dan minum air putih," kata dia mengungkapkan.

Laboratorium Klinik Prodia didirikan pertama kali d Solo pada tanggal 7 Mei 1973 oleh beberapa orang berlatar belakang pendidikan farmasi.

Sebagai pemimpin pasar, sejak tahun 2012, Prodia merupakan satu-satunya laboratorium dan klinik di Indonesia dengan akreditasi College of American Pathologists (CAP).

Pada tanggal 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke 15 pada tahun 2016 dengan kode saham "PRDA".

Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 lembar. Hingga saat ini Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 294 outlet termasuk 146 laboratorium klinik di 34 provinsi dan 123 kota di seluruh Indonesia.

Beberapa di antaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasls personalized medicine serta specialty clinics yang terdirl dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (NRC), dan Prodia Senior Health Centre (PSHC).