
Impor jagung 100 ribu ton dari Argentina dan Brazil

Impor jagung ini dilakukan untuk menjaga kebutuhan para peternak mandiri dan menekan harga jagung di tingkat peternak
Jakarta (Antaranews Lampung) - Pemerintah melalui Badan Urusan Logistik (Bulog) memutuskan untuk mengimpor jagung sebanyak 100 ribu ton secara bertahap. Jagung itu akan didatangkan dari Argentina dan Brasil. Pengapalan pertama sebesar 70 ribu ton.
"Sekali pengapalan ini sebanyak 70 ribu ton, kemudian 30 ribu ton. Bertahap ya," kata Direktur Pengadaan Bulog Bachtiar saat ditemui usai kunjungan ke Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (8/11).
Bachtiar menjelaskan impor jagung akan didatangkan dari Argentina dan Brasil. Sebanyak 70 ribu ton pada tahap pertama akan didatangkan melalui Pelabuhan Teluk Lamong dan sisanya 30 ribu melalui Pelabuhan Ciwandan
Dalam situs resminya, Bulog telah membuka lelang impor jagung kepada eksportir Argentina dan Brazil. Dalam surat lelang yang dipublikasikan per 7 November 2018 dan ditandatangani oleh Direktur Pengadaan Bulog Bachtiar, Bulog memberi tujuh persyaratan bagi para eksportir. Bulog memberi syarat agar eksportir mampu mendatangkan komoditas jagung paling lambat pada 20 Desember 2018.
Bachtiar menambahkan total jagung impor sebanyak 100 ribu sesuai yang diputuskan dalam Rakortas Kemenko Perekonomian, ditargetkan sudah masuk ke dalam negeri paling lambat akhir Desember 2018.
Sesuai hasil rapat koordinasi pada Jumat (2/11), Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution memerintahkan kepada Menteri Pertanian untuk mengelurkan rekomendasi impor jagung pakan ternak sebanyak 100.000 ton dan menugaskan kepada Perum Bulog untuk melakukan impor.
Impor jagung ini dilakukan untuk menjaga kebutuhan para peternak mandiri dan menekan harga jagung di tingkat peternak.
Pewarta : Mentari Dwi Gayati
Editor:
Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
