Logo Header Antaranews Lampung

Relawan terus salurkan bantuan untuk korban gempa-tsunami

Selasa, 9 Oktober 2018 11:26 WIB
Image Print
Relawan menurunkan tandon penampungan air bersih bantuan Kementerian ESDM di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (8/10). Tandon penampung air bersih itu akan didisitribusikan ke pusat-pusat pengungsian yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih. (ANTARA FOTO/Basri Marzuki/aww/18.)
Semoga para pengungsi cepat pulih dari traumanya danĀ  bisa beraktivitas seperti biasanya

Bandarlampung (Antaranews Lampung) – Relawan terus membantu para korban terdampak gempa dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala Sulawesi Tengah dengan menyalurkan air bersih, makanan, dan pelayanan pengobatan gratis.

“Kita terus memberikan pelayanan kesehatan, air bersih dan lainnya kepada para warga terdampak gempa dan tsunami di pengungsian,” ujar relawan yang juga staf Pusdatin PMI Provinsi Lampung Hady Prasetyo yang sedang berada di Palu, saat dihubungi dari Bandarlampung. Selasa.

Menurutnya, para pengungsi terus mendapatkan bantuan yang dibutuhkan seperti air bersih, pengobatan gratis, makanan dan lainnya.

Selain itu, pendistribusian air bersih sekitar 66.500 liter yang dilakukan oleh relawan dan pihak terkait kepada para pengungsi setiap hari dan melakukan pelayanan kesehatan kepada 1.441 jiwa.

“Semoga para pengungsi cepat pulih dari traumanya dan bisa beraktivitas seperti biasanya,” katanya.

Selain memberikan bantuan air bersih dan pelayanan kesehatan, Hady menjelaskan para relawan memberikan pelayanan pemulihan keluarga kepada 202 orang yang sedang dicari, 28 selamat dan 8 kasus sudah ditutup.

Para relawan juga mendistribusikan bantuan di Talise 12 kepala keluarga, halaman RRI 85 KK, dan di Petobi 217 KK di tiga titik.

Hadi juga menjelaskan, bersama dengan pihak organisasi dari Swiss di Rumah Sakit UNDATA untuk melihat kondisi para korban yang dirawat di rumah sakit tersebut.

“Kami melakukan pemulihan kepada seluruh korban gempa agar tidak trauma. Karena akibat gempa dan tsunami kemarin banyak sekali masyarakat yang trauma,” kata dia.



Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2026