TNBBS galakkan budi daya pohon damar

id Tnbbs, pohon damar mata kucing, konservasi, pesisir barat

Petani Lampung Barat (Lambar), Provinsi Lampung sedang memanjat pohon damar di kebunnya. Pohon itu konon sudah berusia ratusan tahun dan kini semakin langka sehingga perlu peremajaan agar tidak punah. (Foto ANTARA / M.Tohamaksun)

 Bandarlampung (Antaranews Lampung) - Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) menggalakkan penanaman pohon damar mata kucing sebagai upaya konservasi alam.
     
  "Kami memiliki satu program 'role model' , yaitu pengembangan dan pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (damar mata kucing)," kata Pelaksana Harian Kepala Balai Besar TNBBS, Heru Rudiharto, dalam keterangan tertulis yang diterima di Bandarlampung, Senin.
     
  Ia menyebutkan, pengembangan program tersebut berada di zona pemanfaatan tradisional Taman Nasional Bukit Barisan Selatan oleh masyarakat Kabupaten Pesisir Barat.
    
Menurutnya, repong damar adalah sebutan untuk hutan damar yang dikelola oleh masyarakat Pesisir Barat secara tradisional dan turun temurun.
      
Heru menjelaskan, keberadaan repong damar dapat menjaga konservasi tanah dan air, serta konservasi alam.
     
  Ia juga mengajak semua pihak untuk menggalakkan kegiatan menanam, untuk konservasi alam guna mengharmonisasikan pemanfaatan sumber daya alam secara lestari dengan budaya.
       
"Kami mengangkat budaya nasional menjadi ikon bangsa, dan bentuk nyatanya adalah repong damar pada masyarakat Pesisir Barat," tambahnya.
    
     Kegiatan penanaman bibit pohon damar disempadan Sungai Way Biha mewarnai rangkaian kegiatan Peringatan Global Tiger Day dan Hari Konservasi Alam Nasional, 11-12 Agustus 2018 di Biha Kabupaten Pesisir Barat, yang diselenggarakan oleh Balai Besar TNBBS, bekerja sama dengan mitra-mitra kerja.

Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar