Lampung Timur lanjutkan vaksinasi campak

id Vaksinasi, rubella, mr, lampung timur,imunisasi mr

Petugas kesehatan Lampung Timur memberikan Vaksin MR kepada sejumlah siswa Sekolah Dasar (SD) di Lampung Timur, Kamis (9/8) (Foto: Antaralampung.com/Muklasin)

Kontovoresi vaksin MR memang ada di masyarakat,  tapi kami jajaran  kesehatan tetap melaksanakan program dengan tidak memaksa,  bagi mereka yang menolak dan menunda ya tidak dipaksa, dan tidak ada masalah. Terpenting kami laksanakan sesuai program,
 Lampung Timur (Antaranews Lampung) - Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Timur Provinsi Lampung tetap melanjutkan vaksinasi campak atau Measles dan Rubella (MR) sesuai tahapan yang ditentukan di wilayah setempat meskipun muncul polemik ihwal kehalalan vaksin  campak tersebut.
         
"Kontovoresi vaksin MR memang ada di masyarakat,  tapi kami jajaran  kesehatan tetap melaksanakan program dengan tidak memaksa,  bagi mereka yang menolak dan menunda ya tidak dipaksa, dan tidak ada masalah. Terpenting kami laksanakan sesuai program, " kata Pelaksana Tugas Dinkes Kesehatan Kabupaten Lampung Timur Syamsu Rijal, di Lampung Timur, Kamis.
         
Syamsu Rijal tidak memungkiri ada penolakan oleh sejumlah warga terhadap vaksin MR namun banyak pula yang menerima anaknya di vaksin MR.
         
Menurutnya, warga sempat menolak tapi setelah diberi penjelasan,  mereka banyak juga yang ikut.
         
Ia menegaskan bahwasanya vaksinasi MR merupakan upaya pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI dalam rangka mengurangi resiko penyakit campak kepada anak mengingat kasus penyakit di Indonesia terbilang paling tinggi di kawasan negara-negara Asia.
         
 
Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Timur tetap melanjutka vaksinasi campak atau Measles dan Rubella (MR) sesuai tahapan yang ditentukan di wilayah setempat, Kamis (9/8)
(Foto: Antaralampung.com/Muklasin)

Kabupaten Lampung Timur sendiri menurut Syamsu Rijal,  ditargetkan sebanyak 263 ribu anak usia sembilan bulan sampai 15 tahun mendapat vaksinasi MR.
         
Pelaksanaanya dengan membuka pos pelayanan di setiap puskesmas atau Posyandu dan petugas kesehatan mendatangi setiap sekolah tingkat PAUD/TK dan SD/MI dan SMP/MTS.
       
"Walaupun ada penolakan kita terus bergerak, dan nanti separuh perjalanan kita lakukan evaluasi, harapannya polemik ini segera terselesaikan dan targetnya tercapai," pungkasnya.
 
Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar