
Tarif KA Kuala Staba Rp75.000

Bandarlampung (Antaranews Lampung) – PT Kereta Api Divisi Regional (Divre) IV Tanjungkarang, Provinsi Lampung telah mengeluarkan tarif Kereta Kuala Staba Premium rute Tanjung Karang (Lampung) ke Baturaja (Sumsel) sebesar Rp75.000.
“Harga tiket sudah tidak menjadi masalah, karena sudah ditentukan oleh Pemerintah Pusat,” kata Manager Humas PT KAI Divre IV Tanjungkarang Franoto Wibowo, di Bandarlampung, Selasa.
Menurutnya, penentuan tarif tiket Kuala Staba Premium dari Tanjungkarang – Baturaja dan sebaliknya yaitu Rp75.000, sedangkan untuk jurusan Tanjungkarang – Kotabumi (Lampung Utara) sebesar Rp60.000.
"Harga ini sepenuhnya ditentukan oleh Pemerintah Pusat, karena daerah belum berhak menentukan harga tersebut. Namun penentuan tersebut merupakan hasil musyawarah bersama antara Kepala Divre IV Tanjungkarang dan pemerintah pusat dengan melihat kondisi di daerah," kata dia.
Franoto menjelaskan, penambahan kereta premium tersebut dilandasi banyaknya minat masyarakat yang menggunakan angkutan kereta api penumpang setiap tahunnya, maka diluncurkan kereta ini untuk angkutan penumpang jarak menengah.
Ia menambahkan, Kuala Stabas Premium merupakan salah satu dari empat jenis kereta yang ada di Provinsi Lampung yang sudah terlebih dahulu beroperasi seperti Rajabasa, Sriwijaya Limex, KRD Seminung dan Wayumpu.
Dengan kapasitas penumpang yang mencapai 150 orang ini diharapkan bisa menambah daya angkut saat menghadapi musim Lebaran seperti ini.
Kereta Api Kuala Staba Premium hanya berhenti di tiga stasiun yaitu, Rejosari, Kotabumi, Martapura dan terakhir Baturaja.
“Semoga tidak ada lagi penumpukan penumpang di stasiun dengan dioperasikan kereta api kuala staba premium tersebut,” jelasnya.
Franoto mengharapkan kepada masyarakat, dan para penumpang bisa menjaga fasilitas yang disediakan oleh pihak Kereta Api khususnya di Kereta Api Kuala Staba Premium, jangan merusak dan fasilitas yang ada karena dapat merugikan penumpang lainnya.
Pewarta : T.Subagyo dan Emir FS
Editor:
Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
