
BPS: Neraca perdagangan Lampung 2018 surplus

Neraca perdagangan surpus, karena nilai ekspor Provinsi Lampung pada Maret 2018 lebih tinggi dari impor Maret 2018
Bandarlampung (Antaranews Lampung) - Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung mengatakan bahwa neraca perdagangan luar negeri Provinsi Lampung surplus pada Maret 2018.
"Neraca perdagangan surpus, karena nilai ekspor Provinsi Lampung pada Maret 2018 lebih tinggi dari impor Maret 2018," kata Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Lampung, Bambang Widjanarko di Bandarlampung, Sabtu.
Ia menyebutkan, neraca perdagangan luar negeri Provinsi Lampung bulan Maret mengalami surplus, yaitu, sebesar 78,18 juta dolar Amerika Serikat.
Surplus neraca perdagangan Maret 2018 Provinsi Lampung diperoleh dari Negara-negara yang
tergabung dalam Uni Eropa (76,22 juta dolar) dan negara-negara lain di luar lima negara utama (Uni Emirat Arab. Iran, Amerika Serikat, Australia, dan Tiongkok) dan negara-negara Asean (36,01 juta dolar).
Bambang menjelaskan, untuk nilai total ekspor Provinsi Lampung pada Maret 2018 mencapai 306,25 juta dolar Amerika Serikat, mengalami kenaikan 11,13 persen dibandingkan ekspor Februari 2018.
"Namun jika dibandingkan dengan Maret 2017 yang tercatat 334,50 juta dolar, mengalami penurunan sebesar 28,25 juta atau turun 8,44 persen," kata Bambang.
Ia mengatakan lima golongan barang utama ekspor Provinsi Lampung pada bulan Maret 2018 yaitu lemak dan minyak hewan/nabati; batu bara; bubur kayu/pulp; kopi, teh, dan rempah-rempah; dan olahan dari buah-buahan/sayuran.
Sementara, nilai impor Provinsi Lampung Maret 2018 mencapai 228,07 juta dolar Amerika Serikat mengalami peningkatan 42,56 persen dibanding Februari 2018.
"Nilai impor Maret 2018 tersebut masih lebih rendah 20,32 juta dolar atau turun 8,18 persen jika dibanding Maret 2017," ujar Bambang.
Ia mengatakan dari lima golongan barang impor utama pada Maret 2018, semuanya mengalami peningkatan, yaitu masing-masing gula dan kembang gula naik hingga mencapai 104.978,34 persen; pupuk naik 441,59 persen.
Kemudian, ampas/sisa industri makanan naik 105,38 persen; binatang hidup naik 70,94 persen; dan kopi, teh, rempah-rempah naik 50,55 persen.
Pewarta : Agus Wira Sukarta
Editor:
Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
