Pertaruhan Sangat Tinggi Pada Derby Manchester

id mourinho dan pep

Mourinho dan Pep Guardiola (Foto: dailymail.co.uk)

...Bagaimanapun, persaingan ini belum selesai...
Manchester (Antara/Reuters/ANTARA LAMPUNG) - Hanya ada sedikit "derby" Manchester dengan begitu banyak pertaruhan pada pertemuan dua tim peringkat teratas di Old Trafford pada Minggu di ajang Liga Inggris -- pertandingan yang paling dinantikan sejauh ini di musim ini.

City asuhan Pep Guardiola telah membangun keunggulan delapan poin menyusul start tidak terkalahkan di musim ini yang mencakup 13 kemenangan beruntun -- menyamai rekor laju kemenangan terpanjang di musim Liga Inggris.

Bagaimanapun, persaingan ini belum selesai, Manchester United asuhan Jose Mourinho telah menyamai rekor bersejarah di klub itu dengan tetap tidak terkalahkan di Old Trafford selama 40 pertandingan di semua kompetisi.

Dan dengan situasi di mana mantan pelatih Barcelona Guardiola dan eks manajer Real Madrid Mourinho telah membangun rivalitas panas selama kiprah mereka berdua di Spanyol, pertemuan Minggu menjanjikan salah satu laga paling sengit.

Tim terakhir yang mengalahkan United di kandangnya adalah City pada September 2016 dan hasil serupa akan membuat klub itu, yang sempat dijuluki "tetangga yang berisik" oleh mantan manajer United Alex Ferguson, unggul 11 poin di puncak.

City menampilkan permainan sepak bola yang luar biasa pada musim ini dengan gaya permainan yang diterapkan Guardiola, yang mendongkrak namanya dengan begitu baik di klub-klub sebelumnya, menghadirkan penghargaan yang diharapkan setelah penampilan tidak konsisten musim lalu.

Meski United telah menelan dua kekalahan pada laga tandang -- dari Huddersfield Town dan Chelsea -- mereka lebih terlihat sebagai tim juara di kandang sendiri.

Laju 40 pertandingan tanpa kekalahan mencakup 29 kemenangan dan 11 hasil imbang dengan koleksi 85 gol serta hanya kemasukan 17 gol.

Rekor Liga Inggris pada musim ini di Old Trafford adalah tujuh pertandingan, dengan tujuh kemenangan -- memasukkan 20 gol dan hanya kemasukan satu gol.

Bagaimanapun, Mourinho tidak akan dapat memainkan gelandang kunci asal Prancis Paul Pogba, yang memulai skors tiga pertandingan menyusul kartu merah yang didapatnya saat timnya menang 3-1 atas Arsenal pada Sabtu silam.

United telah memainkan sepak bola terbaik mereka ketika mereka memiliki Pogba dan pemain jangkar asal Serbia Nemanja Matic tampil bersama di lapangan, dan mantan gelandang Juventus itu akan sangat dirindukan.

Dengan selisih antara dua klub itu di klasemen, akan menjadi hal yang menarik untuk melihat apakah Mourinho mempertahankan kebiasaannya untuk bermain defensif melawan kandidat peraih gelar, taktik yang banyak mendapat kritik menyusul hasil imbang tanpa gol di markas Liverpool pada Oktober.

Bagaimanapun, Pogba mengatakan United akan mendekati pertandingan itu dengan cara yang positif.

"Kami ingin menang. Kami memerlukan kemenangan. Mereka memerlukan kemenangan karena mereka tahu bahwa kami tertinggal dan kami mendekat dan semakin mendekat," ucapnya.

"Jika saya tidak meyakininya (bahwa kami dapat memenanginya), saya akan berhenti bermain sepak bola sekarang," tambahnya.

Penyerang United asal Swedia Zlatan Ibrahimovic semestinya bugar untuk tampil pada satu fase pertandingan ini, namun bek Eric Bailly dipastikan akan menepi.


Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar