Logo Header Antaranews Lampung

Bulog Gelar Operasi Pasar

Rabu, 29 November 2017 05:23 WIB
Image Print
Kepala Bulog Divre Lampung M Attar Rizal dan Kepala Dinas Perdagangan provinsi Lampung Ferynia pada peluncuran Operasi Pasar Cadangan Beras Pemerintah (OP-CBP), di Bandarlampung, Selasa (28/11) (FOTO: Antaralampung/Ist)
...stok cadangan beras yang disiapkan Bulog untuk menstabilkan harga sampai akhir tahun sebanyak 3.000 ton, kata Attar...

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Bulog Divre Lampung menggelar operasi pasar cadangan beras pemerintah (OP-CBP), menyusul naiknya harga beras dari harga eceran tertinggi.

"Satgas Pangan Kota Bandarlampung mendapati indikasi kenaikan harga beras di pasar tradisional," kata Kepala Bulog Divre Lampung M Attar Rizal di Bandarlampung, Selasa (28/11).

Ia menyebutkan, harga beras premium ditemukan dijual dengan harga Rp13.000-Rp15.000 per kilogram dan beras medium Rp9.500-Rp10.000/kg. Padahal Kemendag menetapkan harga eceran tertinggi (HET) untuk beras premium Rp12.800/kg dan beras medium Rp9.450/kg.

Pihaknya, pada hari pertama, melakukan operasi pasar beras sebanyak 2,5 ton dijual kepada masyarakat lewat dua jalur, yaitu melalui toko yang sudah bekerja sama dengan Bulog dan dijual keliling ke permukiman warga.

"Kami siapkan tiga mobil, satu akan mengantar beras ke rumah pangan kita, Toko Tani Indonesia, dan toko-toko sembako yang ada di Pasar Tugu, Kangkung, dan Bambu Kuning. Satu akan ditempatkan di Lapangan Baruna Kelurahan Panjang. Satu lagi akan berkeliling Kelurahan Way Dadi dan Kampung Sawah Brebes," ujarnya.

Attar mengatakan stok cadangan beras yang disiapkan Bulog untuk menstabilkan harga sampai akhir tahun sebanyak 3.000 ton. Stok ini akan ditambah jika masih ada kebutuhan wilayah lain yang belum tercukupi.

Menurutnya, Kemendang alokasinya tidak terbatas, apabila kurang akan ditambah lagi. Namun stok yang tersedia saat ini 3.000 ton sampai akhir tahun.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Lampung Ferynia mengatakan HET untuk beras yang dijual pada operasi pasar Rp8.100/kg. Namun pihaknya menjual dengan harga lebih rendah, yaitu Rp8.000/kg.

Menurutnya biaya distribusi beras sudah cukup murah, sehingga harga jual beras dapat sedikit ditekan.

"Jalur transportasinya sekarang sudah bagus, lokasi gudang juga tidak begitu jauh, jadi kita bisa jual dengan harga di bawah HET Rp8.000. Ini sudah mengakomodir keuntungan toko yang bekerjasama," ujat Ferynia.

Ia menambahkan, operasi pasar ini akan berlangsung hingga akhir tahun 2017. Karena menjelang Hari Raya Natal dan tahun baru, harga pangan cenderung melonjak dan diharapkan operasi pasar mampu meredam gejolak harga.

(ANTARA)



Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026