Minggu, 22 Oktober 2017

Kim Jong Nam pernah memohon keselamatan jiwanya (1)

id Korea Utara, Kim Jong Nam
Kim Jong Nam pernah memohon keselamatan jiwanya (1)
Kim Jong-nam (theoslotimes.com)
Seoul (Antara/Reuters) - Lima tahun yang lalu, Kim Jong Nam, saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, pernah memohon kepada adiknya itu untuk menyelamatkan jiwanya, menurut dua pengacaranya di Korea Selatan.
        
Jong Nam menulis surat kepada Kim Jon Un yang meneruskan kekuasaan setelah ayah mereka Kim Jong Il meninggal pada 2011, dan meminta agar perintah pembunuhan terhadap dirinya dicabut, kata pengacaranya yang mendapat penjelasan dari agen mata-mata Korea Selatan.
        
"Kami tidak punya tempat untuk melarikan diri, tidak punya tempat untuk sembunyi, kami sadar betul bahwa satu-satunya cara untuk melarikan diri adalah bunuh diri," kata Kim Jong Nam dalam surat kepada Kim Jong Un, kata seorang pengacaranya.
        
Kim Jong Nam (46) meninggal diduga diracun di bandara Kuala Lumpur, Malaysia pada Senin.
        
Amerika Serikat dan Korea Selatan meyakini bahwa dia dibunuh oleh agen Korea Utara.
        
Putra sulung Kim Jong Il yang bernama Kim Jong Nam ini disembunyikan dari umum selama bertahun-tahun karena ayah dan ibunya, seorang aktris, tidak pernah menikah secara resmi, dan Jong Nam baru diperkenalkan kepada kakeknya, mendiang Presiden Kim Il Sung ketika sudah berusia lima tahun.
        
Dia menghabiskan pendidikan selama sembilan tahun di sekolah internasional di Jenewa. Pada saat dia pulang ke Pyongyang, ia bergabung di pemerintahan.
        
Ayahnya menjadi kepala negara pada 1994 dan Kim Jong Nam diharapkan kelak akan menjadi penerusnya, sampai terjadi kasus Disneyland.
        
Pada Mei 2001, Kim Jong Nam tertangkap di bandara Narita Tokyo karena memakai paspor palsu Republik Dominika. Saat itu dia bersama istri, seorang perempuan pengasuh anak, serta putra mereka yang berusia empat tahun, menurut laporan media massa.
        
Ia mengaku hendak berlibur ke Disneyland bersama keluarga.
        
Mereka dideportasi dan pulang ke Korea Utara melalui Beijing.
        
Ayahnya merasa dipermalukan dan sejak saat itu kecemerlangan nama Kim Jong Nam telah surut.
        
Ibundanya, Song Hye Rim menjalani kehidupan di Moskow, jauh darinya dan merana hingga tutup usia. Kim disebut-sebut kerap menziarahi makam ibunya di Moskow.

  
Penerjemah : M. Dian A/M. Anthoni


    

Editor: Hisar Sitanggang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0073 seconds memory usage: 0.45 MB