Logo Header Antaranews Lampung

Ratusan lampion hasi pusat Kota Bandarlampung

Minggu, 18 September 2016 21:36 WIB
Image Print
Ketua PSMTI Lampung Rusli Taslim (istimewa)
...Ada 200 lampion menghiasi Tugu Gajah Adipura dalam perayaan terang bulan kali ini, kata Rusli...

Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Ratusan lampion menghiasi pusat Kota Bandarlampung dalam perayaan terang bulan yang diselenggarakan oleh Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Lampung.

"Ada 200 lampion menghiasi Tugu Gajah Adipura dalam perayaan terang bulan kali ini," kata Ketua PSMTI Lampung Rusli Taslim di Bandarlampung, Minggu.

Rusli mengatakan bahwa perayaan terang bulan selalu diperingati masyarakat Tionghoa tepat pada 15 bulan delapan Imlek.

Di Bandarlampung baru kali ini perayaan terang bulan diperingati meskipun pertama kali tapi sudah disambut baik masyarakat.

"Karena tahun ini kami baru mendapatkan kebebasan dari perayaan terang bulan ini dan harapannya setiap tahun kami akan merayakan perayaan tersebut," katanya.

Ia mengungkapkan bahwa perayaan terang bulan dengan makna lampu lampion berwarna merah merupakan harapan masyarakat yang harus bersatu padu demi menciptakan kondusivitas keamanan di tengah masyarakat.

Sebagai masyarakat Tionghoa, kata dia, harus bisa membantu menjaga perdamaian antarsuku, agama, maupun ras sehingga tercipta perdamaian.

Sementara itu, Wali Kota Bandarlampung Herman H.N. mengatakan bahwa kegiatan tersebut sangat baik dan perlu dipertahankan apalagi bisa berdampak pada perekonomian.

"Kegiatan ini pun lebih banyak hiburan untuk masyarakat dan ini tempat yang baik pula untuk berdagang," katanya.

Ia memandang perlu mempertahankan kegiatan seperti itu sebab bisa membantu dari sektor wisata, dan penyelenggaran pun harus melakukan hal yang lebih unik serta berbeda dari lainnya.

Menurut dia, kegiatan itu pun dapat memupuk rasa persaudaraan antarsuku sehingga perayaan ini wajib dilakukan setiap tahunnya.

"Budaya ini harus dipertahankan sebab bagaimanapun kepentingannya untuk pembangunan Bandarlampung," katanya.

Terlebih lagi, budaya di Lampung sangat beragam mulai dari suku Padang, Sunda, Bali, Batak, hingga Papua juga ada, kata Herman.

Ia mengatakan bahwa keberagaman suku itu sebagai fondasi masyarakat Lampung untuk bersatu padu membangun Bandarlampung

Hal senada dikatakan oleh Kapolda Lampung Brigjen Pol. Ike Edwin. Dalam perayaan terang bulan yang banyak lampu lampionnya itu, dia berharap masyarakat Lampung menjaga perdamaian.

"Semua suku itu wajib menghormati karena dengan saling menghormati harapannya perdamaian akan terwujud. Kunci perdamian itu harus dijunjung tinggi bagi masyarakat Lampung," katanya. (Ant)



Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2026