Hakim Bebaskan Cik Raden

id cik raden bebas, kasus plecehan seksual, city spa, kasat pol pp

Hakim Bebaskan Cik Raden

Terdakwa Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Cik Raden memberikan keterangan kepada awak media seusai Majelis Hakim membacakan vonis bebas atas dirinya di Pengadilan Negeri Tanjungkarang Bandar Lampung, Rabu (15/6). (ANTARA FOTO/Tommy Saputra/16.)

...Menerima eksepsi terdakwa secara keseluruhan dan menilai JPU tidak cermat, jelas dan lengkap dalam menentukan dakwaan...
Bandarlampung  (ANTARA Lampung) - Majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjungkarang menerima eksepsi terdakwa Cik Raden dan membebaskan Kepala Badan Polisi Pamong Prja Kota Bandarlampung, Cik Radin yang didakwa atas dugaan kasus asusila di "City Spa".

"Menerima eksepsi terdakwa secara keseluruhan dan menilai JPU tidak cermat, jelas dan lengkap dalam menentukan dakwaan," kata Ketua Majelis Hakim Yus Enidar di Bandarlampung, Rabu.

Dalam sidang tersebut disebutkan bahwa surat dakwaan gugur atas nama hukum dan membebaskan terdakwa dari tahanan.

Terkait putusan ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) M. Syarif mengatakan akan mempelajari terlebih dulu putusan ini dan segera mengajukan surat dakwaan yang baru.

"Kami akan segera mengajukan surat dakwaan baru, namun terlebih dahulu akan mempelajari hasil putusan ini," kata dia.

Sementara itu, Asipidum Kejati Lampung Susanto mengatakan pihaknya memang tidak cermat dalam menulis surat dakwaaan dan akan kembali mengajukan surat dakwaan.

"Surat dakwaan akan kembali kami ajukan, yang salah ini adalah dalam frase perbuatan tidak menyenangkan," kata dia.

Ia melanjutkan, perkara ini tetap berlanjut dan sidangnya akan dimulai dari awal, sedangkan dakwaan yang diajukan saat ini telah digugurkan.

Sebelumnya, dalam dakwan JPU M. Syarif menyatakan terdakwa telah melakukan perbuatan yang terjadinya kasus asusila.

"Terdakwa dikenakan Pasal 289 KUHP Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP tentang Pencabulan atau Pasal 335 ayat 1 ke-1 KUHP Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP tentang Pengancaman, dengan hukuman penjara di atas sembilan tahun," kata dia.

JPU mengatakan kasus ini berawal saat terdakwa menyuruh anak buahnya, terdakwa Gusti Zaldi Arif untuk memaksa melakukan pencabulan terhadap korban yang diketahui bernama Puji Lestari.

"Terdakwa memerintahkan Gusti melakukan perbuatan cabul terhadap pegawai City Spa. Pada saat berada di tempat pusat kebugaran City Spa, awal Oktober 2015, Gusti mengancam korban untuk melayaninya," kata dia.

Ketika korban sudah tidak mengenakan baju, terdakwa Gusti menghubungi rekannya yang juga anggota Pol PP, yaitu Budi dan Asrin untuk melakukan penggerebekan.

"Terdakwa Gusti dan korban Puji dibawa ke Kantor Pol PP Pemkot Bandarlampung untuk dimintai keterangan. Setelah peristiwa itu, City Spa ditutup atas dugaan sering dijadikan transaksi seks," katanya.

JPU melanjutkan, atas pekerjaan tersebut terdakwa Cik Raden memberikan uang tunai Rp750 ribu kepada Gusti.

Sidang perdana ini pun diwarnai aksi unjuk dalam bentuk solidaritas dari anggota Pol PP Kota Bandarlampung di areal PN Tanjungkarang Bandarlampung, menuntut pembebasan pimpinan mereka yang menjadi terdakwa dalam kasus rekayasa "City Spa".

Dalam orasinya, para anggota Satpol PP itu menuntut agar terdakwa Cik Raden dibebaskan, karena penutupan City Spa untuk penegakan peraturan daerah.(Ant)
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar