Logo Header Antaranews Lampung

Holocaust hantui Lithuania

Selasa, 1 Maret 2016 11:11 WIB
Image Print
Peta Lithuania (emaze.com)

Vilnius (Antara/AFP) - Orang Lithuania melihat lebih dekat penyiksaan oleh pendahulu mereka dalam membunuh tetangga Yahudi-nya selama Holocaust, bab gelap sejarah Baltik, yang tersembunyi berdasawarsa.

Serangkaian buku dan film memicu pencarian jati diri dengan membuat titik bahwa sementara Lithuania adalah korban Nazi dan pendudukan Soviet, pada waktu itu mereka juga pelaku kejahatan dan korban mereka adalah Yahudi.

Penulis buku terlaris Ruta Vanagaite, yang ikut menulis "Orang Kami" (Musiskiai), dengan pemburu Nazi kelas atas Efraim Zuroff, adalah buku terbarunya, yang memicu diskusi sulit.

Menulis buku ternyata sangat pribadi dan menyakitkan ketika menemukan kakeknya bekerjasama dengan Nazi dengan bekerja untuk komisi penyusun daftar orang Yahudi pada 1941.

"Saya ingin memecah keheningan, untuk membuka luka," kata Vanagaite baru-baru ini memberitahu hadirin di sebuah toko buku di Vilnius, kota yang dulu dijuluki sebagai "Yerusalem dari Utara" sebagai kota kehidupan Yahudi yang hidup sebelum perang.

"Sebuah bangsa yang dewasa harus tahu sejarahnya sehingga tidak terulang," kata penulis berusia 61 tahun itu.

Dua foto hitam-putih menghiasi sampul bukunya: pengendara sepeda Yahudi Isakas Nolikas, yang mewakili Lithuania di Olimpiade 1924 dan 1928 dan tewas pada 1943, serta Balys Norvaisa, letnan Lithuania pembunuh orang Yahudi.

Di antara kesaksian emosional memilukan dalam buku ini, seorang wanita tua mengatakan kepada Vanagaite: "Banyak orang ingin membantu anak-anak Yahudi, tapi mereka takut. Bukan kepada orang Jerman, tapi mereka sendiri."

Lithuania adalah rumah bagi lebih dari 200.000 orang Yahudi sebelum Perang Dunia II. Tapi sejarahwan berpendapat bahwa sekitar 195.000 tewas di tangan Nazi dan kolaborator lokal di bawah pendudukan Jerman 1941-1944 , hampir seluruhnya yang terbunuh adalah penduduk Yahudi.

Pada saat ini, sekitar 3.000 orang Yahudi tinggal di negara anggota Uni Eropa itu dan sekitar tiga juta orang berada di negara anggota NATO.

Pusat penelitian yang didanai negara mengidentifikasi 2.000 Lithuania diduga mengambil bagian dalam Holocaust, baik dengan membunuh orang-orang Yahudi, mengirim mereka ke eksekusi atau dengan menyita kekayaan mereka. Penelitian ini dijadwalkan akan dirilis akhir tahun ini.

Pada saat sama, hampir 900 Lithuania memegang gelar kehormatan "Benar Antara Bangsa", diberikan oleh Israel untuk orang bukan Yahudi yang mempertaruhkan mereka hidup untuk menyelamatkan tetangga Yahudi.


Lupakan

Kritikus berpendapat bahwa Vanagaite yang juga seorang guru hubungan masyarakat, mengeksploitasi Holocaust agar terkenal dan gagal memberikan informasi sejarah baru.

Tapi Zuroff, yang mengecam Vilnius karena lambat menuntut tersangka kolaborator Jerman, menegaskan bahwa Vanagaite pencarian jati diri Vanagaite adalah berharga.

Ada "kesempatan baik membantu masyarakat Lithuania karena bukan ditulis dengan cara akademis tapi dengan cara jurnalistik " yang lebih dapat dipahami pembaca, kata Zuroff, yang bekerja pada Pusat Pemburu Nazi Simon Wiesenthal kantor Jerusalem, kepada AFP.

Penulis Lithuania Sigitas Parulskis yang dihormati, salah satu orang pertama yang membuka luka itu ketika ia fokus pada genosida di pedesaan Lithuania dengan novelnya "Kegelapan dan Mitra" (Tamsa ir Partneriai), yang membawanya kepada penghargaan HAM lokal pada 2012.

Sutradara film dan teater yang juga fokus pada Holocaust adalah Andrius Juzenas dan salah satu filmnya banyak menuai pujian berjudul "Ghetto".

Holocaust itu hancur atau diabaikan di Lithuania saat di bawah lima dekade pemerintahan Soviet. Pemeriksaan yang jujur hanya dimulai setelah itu menjadi republik pertama yang berpisah dari Uni Soviet pada tahun 1990.


Tertinggal

Uni Soviet menduduki Lithuania pada 1940 di bawah perjanjian rahasia Moskow dengan Nazi Jerman, dan kemudian Soviet mengusir lebih dari 17.000 Lithuania ke Siberia.

Propaganda anti-Semit yang menyalahkan orang-orang Yahudi untuk teror Soviet menjadi marak.

Jerman kemudian mengusir Tentara Merah ketika menginvasi Uni Soviet pada 1941. Beberapa Lithuania memuji Jerman sebagai pembebas, berharap mereka akan memberikan Lithuania kedaulatan.

Soviet kembali pada 1944, untuk mendeportasi dan mengasingkan lebih dari 275 ribu Lithuania, sebagian besar ke Siberia, sebanyak 21 ribu lainnya tewas dalam pemberontakan anti-Soviet.

Pada pidato bersejarah di parlemen Israel tahun 1995, Presiden Algirdas Brazauskas meminta maaf untuk kolaborator Lithuania dengan Nazi.

Parlemen Lithuania melewati paket kompensasi pada 2011 untuk Yahudi milik komunal disita oleh Nazi dan kemudian disimpan oleh rezim Soviet.

Hal itu menandai tonggak untuk komunitas Yahudi kecil di negara-negara Baltik, namun pemimpinnya mengatakan banyak pekerjaan masih perlu dilakukan.

"Telah ada sejumlah penelitian besar akademis tentang Holocaust, tapi saya pikir kami tertinggal dalam pendidikan," kata pemimpin komunitas Yahudi Faina Kukliansky kepada AFP.

"Sejarah Lithuania Yahudi harus menjadi bagian integral dari sistem pendidikan Lithuania," katanya.

Penerjemah : Fana/B Soekapdjo



Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026