
Tanpa OP Bulog, harga beras bertahan

Bandarlampung (Antara Lampung)- Sejumlah pedagang beras menyebutkan harga beras di Kota Bandarlampung pada awal Maret masih bertahan meski Operasi Pasar (OP) Bulog telah dihentikan mulai pekan terakhir Februari 2016.
"OP Beras Bulog dihentikan karena sudah ada penyaluran raskin. Meski demikian, harga beras masih bertahan, karena Lampung sudah mau memasuki panen padi," kata Yeri, salah satu pedagang beras di Pasar Tugu Bandarlampung, Selasa.
OP Beras Bulog dengan harga Rp8.400/kg digelar di Kota Bandarlampung mulai November 2015 lalu. Beras OP itu cukup diminati warga karena mutunya cukup baik, dan harganya berada di kisaran harga beras kualitas asalan.
Yeri menyebutkan harga beras asalan kini berkisar Rp8.500- Rp9.000/kg, beras kualitas sedang berkisar Rp10.000- Rp11.000/kg, dan beras premium di atas Rp13.000/kg.
Ia menyebutkan ada merek beras tertentu yang naik atau turun, namun harga beras secara keseluruhan masih bertahan seperti pekan lalu.
Namun ia menyebutkan para pedagang enggan menyimpan beras dalam jumlah banyak karena panen padi diperkirakan sudah berlangsung April, sementara stok gabah sekarang ini merupakan sisa panen tahun lalu.
Ia menyebutkan pengiriman beras dari penggilingan ke pedagang kini berkisar 3-4 hari.
"Sebelumnya beras langsung dikirimkan begitu dipesan, sekarang 3-4 hari kemudian dikirimkan setelah kita minta beras ke penggilingan," katanya.
Pedagang beras lainnya di Pasar Tugu Bandarlampung, Edi Susanto, menyebutkan harga beras termasuk stabil meski OP Beras Bulog telah dihentikan.
"Harga beras stabil karena pasokan masih banyak, dan pembeli justru menurun karena pembagian raskin," katanya.
Faktor lainnya yang menyebabkan harga beras bertahan adalah panen padi yang diperkirakan berlangsung mulai April .
"Harga beras asalan bertahan di angka Rp8.800- Rp9.000/kg, beras sedang di atas Rp10.000/kg, dan beras premiun berkisar Rp12.000- Rp13.000/kg," katanya.
"Harga beras umumnya stabil dan pasokannya lancar pada awal Maret ini," katanya.
Bulog Divre Lampung menargetkan penyerapan beras petani setempat mencapai 100 ribu ton pada 2016.
Pewarta :
Editor:
Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
