
Demam Berdarah di Lampung Timur

Persebaran wilayah endimis DBD di Lampung Timur, di antaranya, Kecamatan Sekampung Udik, Batanghari, Sekampung, Melinting, Purbolinggo, Pekalongan dan Kecamatan Way Jepara.
Lampung Timur (ANTARA Lampung) - Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi ancaman bagi warga hampir di semua daerah di musim penghujan ini. Bagaimana ancaman penyakit berbahaya ini bagi warga Lampung Timur?
Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Timur menyatakan warga di wilayah kabupaten ini masih aman dari penyakit DBD, menyusul merebak penyakit akibat gigitan nyamuk ini pada sejumlah daerah di Indonesia.
"Pantauan kami, Demam Berdarah Dengue atau DBD di wilayah Lampung Timur masih bisa di atasi, artinya aman atau masih jauh dari meresahkan," ujar Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Lampung Timur Seriyadi Haspriyono di Sukadana, Rabu (3/2).
Menurut dia, setiap terjadi kasus DBD di daerah ini, pihaknya segera melakukan penanganan pada kasus tersebut.
"Sistem kewaspadaan dini berjalan, ketika ada kasus pasti terlaporkan dan segera kami sikapi, kalau positif DBD segera direspons, kami lakukan investigasi standar epidemiologi, seperti dengan penanganan pengasapan terfokus atau fogging focus," ujar Seriyadi.
Dia menyatakan, di wilayah Lampung Timur dari indikator Insidence Rate atau jumlah penderita DBD yang meninggal dari seluruh penderita DBD di suatu wilayah yang ditetapkan sebesar 51 per 100.000, pada tahun 2014 insidence ratenya hanya 18 per 100.000 dengan jumlah kasus DBD 187 dan angka kematian 0.
Tahun 2015, insidence ratenya 26 per 100.000 dengan jumlah kasus 264, angka kematian 0 dan pada Januari tahun 2016 kasusnya hanya 33 dengan angka kematian 0.
"Artinya dari indikator incidence rate itu, wilayah Lampung Timur masih aman, tapi meski aman kami tetap waspada," ujarnya.
Seriyadi menyebutkan persebaran wilayah endimis DBD di Lampung Timur, di antaranya, Kecamatan Sekampung Udik, Batanghari, Sekampung, Melinting, Purbolinggo, Pekalongan dan Kecamatan Way Jepara.
Meskipun terbilang aman, langkah pencegahan DBD terus dilakukan oleh Dinas Kesehatan Lampung Timur, kata Kabid P2PL itu pula.
Ia menyatakan, pencegahan itu antara lain melalui sosialisasi kepada masyarakat agar berpola hidup sehat dan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan sosialisasi 3M Plus, yaitu menguras atau membersihkan tempat-tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air dan mengubur atau mendaur ulang barang bekas yang bisa menjadi sarang nyamuk plus menaburkan bubuk abate pada tempat penampungan air itu.
Pewarta : Muklasin
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
