
MUI kutuk keras serangan bom

Jakarta (Antara Lampung) - Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, mengutuk keras peristiwa pengeboman yang terjadi di Jalan Muhammad Husni Thamrin, Jakarta, Kamis siang.
"MUI menyampaikan duka yang sedalam-dalamnya terhadap korban dan para keluarga tabah menghadapi cobaan amat berat ini dengan penuh kesabaran. MUI mengutuk setiap tindakan kekerasan serta teror yang dilakukan oleh siapapun karena disampung bertentangan dengan ajaran agama juga sangat merusak dan merugikan masyarakat," ujar Anwar Abbas.
MUI meminta pemerintah secepatnya menangkap dan mengusut tuntas pihak-pihak yang terkait peristiwa pengeboman itu secepatnya, serta menyeret mereka ke pengadilan untuk dijatuhi hukuman yang sesuai dengan hukum dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
"MUI juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan penindakan masalah ini kepada pihak yg berwajib."
MUI juga meminta semua pihak untuk tidak mengaitkan tindakan teror itu dengan agama Islam maupun agama lainnya, karena agama tidak pernah membenarkan tindakan terorisme.
Serangan bermula dari seorang pria masuk ke Starbucks di gedung Djakarta Theatre dan melakukan bom bunuh diri, setelah itu terjadi penembakan dan pemboman di sekitar kawasan tersebut, termasuk pos polisi.
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
