
Korban Tewas Teror Bom Sarinah-Thamrin Bertambah

Hingga saat ini total korban adalah 33 orang, termasuk delapan orang meninggal dunia.
Jakarta (ANTARA Lampung) - Kabiddokkes Polda Metro Jaya Kombes Musyafak mengatakan jumlah korban meninggal dunia akibat peristiwa teror Sarinah bertambah menjadi delapan orang, yang sebelumnya tujuh orang.
"Rais Karna yang dirawat di RS Abdi Waluyo kemarin malam pukul 21.30 telah meninggal dunia," kata Kombes Musyafak, di Jakarta, Minggu (17/1).
Ia menambahkan, hingga saat ini korban luka-luka yang masih dirawat di rumah sakit berjumlah 16 orang.
"Sampai saat ini, korban yang masih dirawat ada 16 orang," katanya.
Berdasarkan identifikasi tujuh orang yang meninggal di tempat kejadian, empat diduga pelaku, satu masih mungkin diduga pelaku, dan dua warga sipil (satu WNA dan satu WNI).
Korban meninggal di dekat Pos Kepolisian adalah:
1. Rico Hermawan, jenis kelamin laki-laki, tahun kelahiran 1995, diidentifikasi sebagai warga sipil, diperkuat dari rekaman CCTV, terlihat warga Jakarta bersama dengan polantas menuju pos untuk perkiraan terkena tilang.
2. Sugito, tahun kelahiran 1973, terduga kemungkinan pelaku teroris, karena bisa jadi kemungkinan warga sipil, masih diselidiki lebih lanjut, bukti identitas otentik dari sidik jari.
3. Dian Joni Kurniadi, tahun kelahiran 1990, jenis kelamin laki-laki, statusnya diduga pelaku, identifikasi dari sidik jari.
Korban meninggal di depan halaman Starbucks:
4. Afif, alias Sunakin,diduga pelaku, luka tembak, identifikasi dari sidik jari, ciri memaki topi dan kaos biru.
5. Muhammad Ali, diduga pelaku, laki-laki, tahun kelahiran 1976, lokasi meninggal di depan Starbucks. Identifikasi otentik dari sidik jari.
6. Amel Quali Taher, warga negara Kanada, laki-laki, tahun kelahiran 1946, korban meninggal ditembak oleh pelaku, identitas dikenali karena ada paspor di sakunya.
Terduga teroris meninggal di dalam Starbucks:
7. Ahmad Muhazin, diduga pelaku bom bunuh diri di dalam Starbucks, karena ditemukan luka khas di perut hingga dada akibat pusat ledakan.
Hingga saat ini total korban adalah 33 orang, termasuk delapan orang meninggal dunia.
Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
