Logo Header Antaranews Lampung

Harga daging sapi sulit turun pada 2016

Senin, 11 Januari 2016 09:55 WIB
Image Print
Pedagang di Pasar Gudang Lelang Telukbetung Selatan, Bandarlampung masih berjualan seperti kondisi semula, meski harga daging sapi telah mencapai Rp120.000/kg. (ANTARA LAMPUNG/Hisar Sitanggang)

Bandarlampung (Antara) - Sejumlah pedagang daging sapi di Kota Bandarlampung menyebutkan harga kebutuhan pokok itu pada Januari 2016 tetap bertahan tinggi seperti akhir tahun lalu, yakni berkisar Rp110.000- Rp120.000/kg.

"Namun, harga daging sapi kemungkinan akan naik sehubungan harga sapi potong dari perusahaan penggemukan (feedloter) sudah naik terlebih dahulu," .kata Adre, salah satu pedagang daging sapi di Pasar Gudang Lelang, Telukbetung Selatan, Bandarlampung, Senin.

Sebelumnya harga sapi di feedloter sekitar Rp38 ribu/kg, namun sejak pekan lalu sudah naik menjadi Rp40.500/kg.

Harga ecerannya belum kita naikkan, karena permintaan atas daging juga tidak mengalami peningkatan," katanya.

Ia menyebutkan kenaikan harga sapi menyulitkan pedagang daging sapi.

"Jika harga eceran daging sapi dinaikkan, akan membebani konsumsen. Jika tidak dinaikkan harganya, pedagang untung tipis atau rugi," katanya.

Meski demikian, ia menyebutkan dirinya sampai sekarang belum menaikkan harga eceran daging sapi, meski harga sapi dari feedloter sudah naik sejak pekan lalu.

Harga daging sapi di pasar tradisional lainnya di Kota Bandarlampung juga bertahan tinggi seperti akhir tahun 2015. Harganya berkisar Rp110.000- Rp120.000/kg.

"Karena harganya, kita mengurangi konsumsi daging sapi. Di tempat saya, harganya mencapai Rp120.000/kg," kata Lusi, salah satu warga Sukarame Bandarlampung.

Provinsi Lampung memiliki 11 feedlotter (perusahaan penggemukan sapi) dengan kapasitas tampung sebanyak 125.000 ekor atau 36 persen dari kapasitas nasional sebanyak 350 ribu ekor.

Provinsi Lampung merupakan daerah yang sangat strategis dalam usaha peternakan sapi khususnya penggemukan. Hal tersebut karena ketersediaan pakan yang cukup dan dekat dengan pasar, yaitu Jabodetabek dan wilayah Sumatera lainnya.

Keberadaan 11 feedlotter itu akan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 830 orang dalam waktu 120 hari. .

Sebelumnya Kementerian Pertanian telah mengimpor sapi indukan dari Australia sebanyak 1.000 ekor untuk menghasilkan keturunan sapi F1 yang kemudian digemukkan dan memenuhi kebutuhan sapi di wilayah Jakarta, Jawa Barat dan Banten.

Seribuan sapi indukan impor itu pada awal Desember 2015 tiba di Pelabuhan Panjang, Bandarlampung, yang merupakan kedatangan tahap pertama. Kedatangan sapi indukan tahap kedua diperkiirakan 4.000 ekor pada 2016.

Sapi-sapi tersebut akan dikembangbiakkan di Desa Negarabatin, Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur. Selain di Kabupaten Lampung Timur, usaha penggemukan sapi juga terdapat di Kabupaten Lampung Tengah dan Lampung Selatan.



Pewarta :
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2026