Logo Header Antaranews Lampung

Kampanye Hitam Rusak Sumpah Pemuda

Rabu, 28 Oktober 2015 11:47 WIB
Image Print

Jakarta (ANTARA Lampung) - Inilah 5 poin Deklarasi Pengguna Media Sosial Menyambut Pilkada Serentak.

Pengguna media sosial bertekad besar agar Pilkada Serentak 9 Desember 2015 ini berkualitas serta damai. Tekad ini dideklarasikan bersama-sama pada Selasa sore, 27 Oktober 2015, dalam diskusi "Peran Media Sosial dalam Menyukseskan Pilkada Serentak yang Damai dan Berkulitas", di Aula Nurcholish Madjid, Universitas Paramadina, Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Kegiatan ini diprakarsai KOMUNIKONTEN, Institut Media Sosial dan Diplomasi.

Hadir sebagai narasumber: Husni Kamil Manik (Ketua Komisi Pemilihan Umum 2012--2017), Marbawi (Direktur Eksekutif INSPIRE), Enda Nasution (Founder Sebangsa.com), Noudhy Valdryno (Digital Strategist), dan dimoderatori oleh Hariqo Wibawa Satria (Direktur Eksekutif Komunikonten).

Mereka juga ikut menandatangani spanduk besar deklarasi ini bersama 219 pengguna media sosial lainya.

Berikut isinya: Deklarasi pengguna media sosial Indonesia, kami siap membantu dan berkolaborasi dalam: 1) menyebarluaskan konten positif dan optimis,
2) melawan fitnah dan kampanye hitam,
3) meningkatkan partisipasi warga dalam pilkada serentak pada Desember 2015,
4) membela kepentingan nasional NKRI,
5) menyukseskan pilkada serentak yang damai dan berkualitas.

Jakarta, 27 Oktober 2015.

Kemudian deklarasi ini dibacakan bersama-sama dipandu Hariqo Wibawa menjelang penutupan acara.

"Saya menandatangi yang seharusnya saya tandatangani," ujar Nastasya, seorang pegiat media sosial di Unv Paramadina, Jakarta.

Menurut Hariqo Wibawa Satria, Direktur Eksekutif Komunikonten, sesuai kata Pak Husni Kamil (Ketua KPU) tadi, lakukanlah hal kecil sekalipun yang bisa mendorong Pikada Serentak menuju kesuksesan.

"Pemilihan Kepala Daerah adalah kompetisi, namun didalamnya ada peluang kolaborasi antar pengguna media sosial dalam menjaga perdamaian dan meningkatkan kualitasnya," ujar Hariqo.

Pria 34 tahun ini bahkan menyebut, "Fitnah dan kampanye hitam itu merusak Sumpah Pemuda, merubuhkan NKRI, Pelaku kampanye hitam sama dengan pembakar hutan yang menjadikan udara kotor dan bisa membunuh cinta," ujar Hariqo Wibawa yang juga alumnus Pascasarjana Jurusan Diplomasi Universitas Paramadina ini.

Marbawi dari INSPIRE, menjelaskan bahwa apa yang sudah disampaikan di medsos tidak dapat ditarik kembali. "Prinsip komunikasi itu adalah irreversible, apa yang kita ucapkan tidak dapat ditarik kembali, maka berhati-hatilah menyampaikan sesuatu di media sosial," katanya berharap kepada pengguna medsos.

Sementara itu, Noudhy Valdryno (Digital Strategist), berpesan kepada seluruh tim media sosial calon kepada daerah agar fokus menyampaikan potensi, prestasi, visi misi dan kelebihan yang dimiliki kandidatnya. "Pelajari sedalam mungkin kandidat kita, sampaikan kepada pemilih," ujar pemuda 23 tahun ini.

Narasumber lainnya, yaitu Enda Nasution (Blogger Senior) meminta kepada pengguna medsos agar mencintai para haters di media sosial. "Haters itu bisa jadi lovers, tergantung kita menghadapinya," ujar Enda Nasution juga merupakan pembuat blog pertama untuk Pemilu tahun 2004 silam.

Demikian rilis ini kami sampaikan, terima kasih sekali atas kerjasamanya.

Salam hormat.

Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2015

Wahyu (Direktur Infokom di KOMUNIKONTEN)
Ketua Panitia Diskusi: (Hafidz)



Pewarta :
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2026