Logo Header Antaranews Lampung

Van Gall berjuang hadapi sensasi Martial

Senin, 21 September 2015 16:59 WIB
Image Print
Anthony Martial spesial karena kami membayar mahal untuknya. Banyak orang berpikir dia adalah bintang besar tapi dia pemuda berusia 19 tahun. Dalam tiga pertandingan ia sudah menunjukkan banyak hal

Southampton, Inggris, (Antara/AFP/ANTARA Lampung) - Louis Van Gaal mengaku dirinya berjuang menghadapi ekspektasi yang berkembang pada Anthony Martial setelah striker itu mencetak tiga gol dalam tiga pertandingan pertamanya dengan Manchester United.

Martial membuat gol debutnya saat bertanding melawan Liverpool dengan kemenangan 3-2 di Southampton yang menempatkan MU pada posisi kedua peringkat Liga Utama Inggris.

Martial pindah dari Monako ke Old Trafford dengan nilai kontrak 36 juta pound sterling (senilai 49,6 juta euro).

Meskipun banyak yang meragukan nilai kontraknya, Martial sendiri tidak ingin membuang waktu untuk menanggapi hal itu.

"Anthony Martial spesial karena kami membayar mahal untuknya. Banyak orang berpikir dia adalah bintang besar tapi dia pemuda berusia 19 tahun. Dalam tiga pertandingan ia sudah menunjukkan banyak hal," ujar Van Gaal.

"Saya sangat senang dengan penampilannya tapi kami harus tetap rendah hati," ia melanjutkan.

Van Gaal juga mengakui bahwa pemain muda tersebut membutuhkan waktu untuk membiasakan diri di lingkungan barunya.

"Dia tidak bisa berbicara bahasa Inggris. Untuk bisa bicara dengannya saya menggunakan bahasa Prancis dibantu oleh Marouane Fellaini dan Morgan Schneiderlin. Ini sangat sulit tapi dia ingin belajar bahasa Inggris, ini hanya soal waktu tapi saat bahasa Inggrisnya sudah cukup baik dia akan bisa menjawab pertanyaan," kata Van Gaal.

"Pertama-tama dia harus beradaptasi dengan budaya Inggris, dan ia berhasil melakukannya dengan tiga gol yang dicetaknya dalam tiga pertandingan berturut-turut," Van Gaal melanjutkan.

Bos MU itu mengaku senang Martial bisa bermain dalam tiga pertandingan mengingat bakat besar yang dimilikinya dan kemampuannya beradaptasi dengan sistem permainan yang diterapkan MU.

"Dia berhasil mencetak gol, itulah yang harus dilakukan seorang striker. Kualitas dan bakatnya masih bisa ditingkatkan, tapi kemampuan terbesarnya adalah mencetak gol di bawah tekanan," kata Van Gaal.

Martial mencetak dua gol setelah Graziano Pelle menjadikan posisi Southampton memimpin, namun gol ketiga dari Juan Matta memastikan kemenangan MU.

Sebuah kesalahan dari Maya Yoshida mengakibatkan Martial mendapatkan gol keduanya. Hal tersebut membuat Manajer Southampton, Ronald Koeman melancarkan komentar pedas.

"Tidak bermaksud mengkritik Maya secara umum, tapi saya selalu membenci pemain yang menendang bola ke belakang kiper, seharusnya dia bermain di lapangan depan," ujarnya.

"Ada beberapa momen dalam pertandingan dimana kamu bisa menekan mereka. Kami melihat kelemahan Manchester United hari ini, yaitu pada pertahanan mereka," Koeman menambahkan.

Namun Van Gaal memperhatikan isu bahwa MU cacat di pertahanan belakang.

"Sudahkah kamu melihat rata-rata gol termasuk musim lalu? Semua media menulis bahwa pertahanan kami sangat buruk tapi pada akhirnya kami menempati peringkat ketiga Liga Utama Inggris," tuturnya.

"Sangat luar biasa dia mengatakan hal itu," ujar Van Gaal menanggapi komentar Koeman bahwa MU menunjukkan kelemahan pertahanan mereka.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026