Logo Header Antaranews Lampung

Arus balik makin ramai

Sabtu, 25 Juli 2015 10:19 WIB
Image Print
Kendaraan, Sabtu dini hari, memenuhi hampir seluruh dermaga Pelabuhan Bakauheni pada arus balik pemudik Lebaran 2015. (ANTARA LAMPUNG/Hisar Sitanggang)

Bakauheni (Antara Lampung)- Arus balik pemudik dari Sumatera ke Jawa tetap ramai di pelabuhan penyeberangan Bakauheni Lampung pada Jumat malam hingga Sabtu pagi, yang menyebabkan terjadinya antrean panjang di seluruh areal parkir pelabuhan tersebut.

Berdasarkan pantauan di Dermaga I hingga Dermaga V Pelabuhan Bakauheni, kendaraan harus mengantre setidaknya dua jam, baru bisa masuk ke dalam kapal untuk diseberangkan ke Pelabuhan Merak Banten.

Selain itu, arus balik pemudik pejalan kaki juga ramai sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi. Bus dan angkutan kota yang penuh sesak silih berganti menurunkan penumpang di areal pelabuhan tersebut. Mereka selanjutnya menyeberang ke Merak Banten dengan menggunakan kapal feri.

Arus kendaraan pemudik ke Pelabuhan Bakauheni tetap juga ramai melintas di Jalinsum Lampung.

Sebanyak 26 kapal feri dikerahkan untuk mengangkut penumpang arus balik lebaran itu, meski tadi malam satu kapal mengalami kerusakan sehingga urung dioperasikan.

Menurut data Posko Angkutan Lebaran Bakauheni, jumlah penumpang arus balik pemudik yang diseberangkan mulai Jumat hingga malam pukul 20.00 WIB mencapai 41.666. Sehubungan arus balik makin ramai mulai malam hingga Sabtu pagi, jumlah penumpang arus balik yang diseberangkan ke Merak diyakini jauh di atas angka tersebut.

Total penumpang arus balik yang diseberangkan dari Bakauheni ke Merak mulai H+1 hingga H+7 malam mencapai 529.554 orang.

Sementara itu, arus balik pemudik dari Jawa ke Sumatera juga terlihat ramai melintas di Bakauheni dan Jalinsum.

Kendaraan arus balik dari Jawa ke Sumatera itu selain dari Lampung, juga banyak yang berasal dari Palembang, Bengkulu, Jambi, Medan dan Padang.

Arus balik pemudik pada Sabtu diperkirakan tetap ramai hingga malam.



Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026