Logo Header Antaranews Lampung

Lampung butuh 3.000 kantong darah perbulan

Kamis, 16 April 2015 11:33 WIB
Image Print
"Sebanyak 60 persen dari jumlah tersebut terserap oleh Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek," kata Umar

Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Lampung menyebutkan kebutuhan akan darah di daerah ini sebanyak 3.000 kantong per bulan.

"Sebanyak 60 persen dari jumlah tersebut terserap oleh Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek," kata Ketua PMI Lampung Umar Hasan, di Bandarlampung, Kamis.

Ia mengharapkan masyarakat untuk melakukan donor darah mengingat kebutuhan akan darah di Provinsi Lampung cukup besar.

Pihaknya juga telah memiliki sebanyak 2.000 relawan PMI yang tersebar di seluruh Lampung untuk memenuhi kebutuhan darah di daerah ini.

Selain itu, menurut Umar Hasan terdapat Unit Kegiatan Mahasiswa Korps Suka Rela (UKM-KSR) Universitas Lampung, yang satu-satunya UKM-KSR di Indonesia yang memiliki kelengkapan ruang dan alat melayani langsung donor darah.

Ketua PMI Lampung itu juga mengharapkan Pemerintah Provinsi Lampung menambah jumlah anggaran yang diperuntukkan untuk PMI mengingat terdapat kegiatan yang volume pengerjaannya dari waktu ke waktu semakin meningkat.

Selain itu pengurus PMI juga meminta Pemprov Lampung dapat membantu rehabilitasi atau pembangunan gedung serta menambah sarana -prasarana di kantor PMI Lampung.

Gubernur Lampung M Ridho Ficardo mengatakan bahwa penganggaran untuk penunjang operasional kegiatan PMI akan segera dikoordinasikan dengan Bappeda dan Biro Keuangan.

Terkait masalah perbaikan sarana dan prasarana gedung, Ridho mengatakan untuk saat ini sesuai dengan instruksi dari pemerintah pusat bahwa pada tahun 2015 tidak diperkenankan untuk membangun gedung perkantoran, namun ke depan Pemprov akan mengupayakan menganggarkan pada tahun berikutnya.

Ia juga meminta perlunya pembinaan terhadap organisasi kepemudaan yang peduli terhadap kegiatan sosial khususnya tentang kesehatan baik pada lingkup formal dan nonformal seperti contohnya PMR.

"Organisasi tersebut dapat menstimultan remaja agar mau peduli dengan keadaan sosial, terlebih lagi dengan keikutsertaan pada organisasi tersebut dapat mengalihkan perhatian remaja akan dampak negatif di era globalisasi ini," tambahnya.(Ant)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026