
Nah, Pemkot Bandarlampung Razia Pelajar

Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Pemerintah Kota Bandarlampung menggelar razia pelajar yang kedapatan berada di luar jam sekolah atau membolos.
"Kami berhasil menjaring 11 siswa SMP dan SMA yang membolos. Enam siswa SMP tertangkap sedang berada di warnet Empire Z Jalan Gajah Mada, sementara yang lainnya di beberapa tempat yang berbeda," kata Ketua Tim Razia Badan Polisi Pamong Praja (Banpol PP) Bandarlampung Hastari, di Bandarlampung, Selasa (3/2).
Ia mengatakan bahwa saat ini memang fokus melakukan razia di warung internet (warnet) yang kerab dijadikan sebagai tempat membolos. Pihaknya, juga memfokuskan razia di tempat hiburan seperti karaoke, biliar dan juga di Pusat Kegiatan Olahraga (PKOR) Way Halim.
"Target kita memang baru warnet, mall dan biliar. Jadi kalau kita menemukan siswa yang masih pakaian sekolah tetap kami angkat," kata dia.
Ia mengungkapkan, ke-11 siswa yang tertangkap akan didata kemudian langsung diserahkan ke pihak sekolah untuk diberikan sanksi sesuai dengan peraturan di sekolahnya.
Sebelumnya, Pol PP menitipkannya di Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandarlampung, tapi ini diserahkan langsung ke pihak sekolah. Nantinya orang tua siswa yang bolos ini akan dipanggil oleh oleh sekolahnya.
Untuk beberapa tempat lainnya seperti pusat perbelanjaan, dirinya mengimbau agar masyarakat turut membantu petugas yakni dengan memberikan laporan. "Kami juga membutuhkan peran serta masyrakat, kalau ada laporan pasti langsung turun ke lapangan," katanya.
Sebelumnya, juga ada dua siswi dari salah satu SMK Negeri di Bandarlampung yang ikut terjaring Banpol PP di sebuah warnet Jalan Panglima Polim. Namun kedua siswi ini bersikeras sudah mendapat izin dari orangtua untuk mencari bahan mata pelajaran di warnet.
Kemudian anggota Banpol PP menelpon orangtua siswi. Dalam percapakan di telepon orangtua siswa ini mengaku telah memberikan izin kepada anaknya dan akhirnya kedua siswi ini dilepas namun diminta untuk mengganti seragam.
Sementara itu, Kepala Banpol PP Kota Bandarlampung, Cik Raden mengatatakan, razia anak sekolah ini akan tetap dilaksanakan untuk menekan jumlah siswa yang masih sering tertangkap membolos.
"Kita sudah siapkan delapan tim untuk operasi ini. Mereka akan turun ke lapangan untuk memonitor, harapanya kedepan jumlah siswa membolos ini bisa semakin berkurang," kata dia.
Pewarta : Roy Baskara Pratama
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
