Logo Header Antaranews Lampung

Harga beras kembali naik

Selasa, 23 Desember 2014 07:17 WIB
Image Print
Stok beras melimpah ( FOTO ANTARA/Dedhez Anggara)

Bandarlampung (Antara Lampung)- Harga beras di sejumlah pasar di Kota Bandarlampung naik menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2015, dan pasokannya tetap lancar karena Provinsi Lampung termasuk lumbung beras di Sumatera.

Menurut sejumlah pedagang beras di Pasar Tugu Bandarlampung, Selasa, harga beras termurah kini mencapai Rp9.000/kg, sedang yang premium sudah di atas Rp12.000/kg.

"Sulit mendapatkan beras asalan berharga Rp8.500/kg untuk sekarang ini. Harga beras rata-rata naik Rp500 sampai Rp1.000 untuk setiap kilogramnya," kata Edi Susanto, salah satu pedagang setempat.

Ia menyebutkan faktor utama kenaikan harga beras adalah kenaikan harga BBM, kesulitan mengeringkan gabah akibat musim hujan, dan berkurangnya pasokan gabah dari petani karena sekarang ini baru memasuki musim tanam padi.

"Panen padi diperkirakan baru berlangsung pada Maret tahun depan," kata Edy.

Para pedagang lainnya menyebutkan permintaan atas beras tidak mengalami lonjakan menjelang Natal dan Tahun Baru.

"Stok beras masih cukup banyak," kata Rodjie, salah satu pedagang beras lainnya.

Meski harga beras tinggi, para pedagang menyebutkan pasokannya lancar atau tidak sulit mendapatkan beras dari penggilingan padi.

Lampung termasuk penghasil beras nasional, dan sentra pertanian padi terdapat di Kabupaten Tanggamus, Lampung Selatan, Pesawaran, Lampung Tengah, Lampung Timur dan Metro.

Sebagian besar persawahan di Lampung sekarang ini baru memasuki musim tanam sehubungan daerah itu sedang memasuki musim hujan.

Hanya sebagian kecil persawahan yang mendapatkan air irigasi, dan sebagian besar merupakan sawah tadah hujan.

Beras Lampung umumnya bermutu bagus sehingga beras asal daerah itu banyak diminati oleh daerah lainnya di Sumatera.



Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026