Logo Header Antaranews Lampung

Kadisbunhut Ingatkan Warga Tak Bakar Lahan

Senin, 29 September 2014 20:02 WIB
Image Print
Memang membuka lahan dengan cara membakar merupakan cara paling cepat yang masih dilakukan masyarakat."

Waykanan, Lampung, (ANTARA Lampung) - Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut) Kabupaten Waykanan Provinsi Lampung, Leaderwan, meminta masyarakat setempat tidak sembarangan membakar ranting atau kayu di ladang atau kebunnya pada musim kemarau ini.

"Masyarakat tidak membakar sembarangan meski di lahan mereka," katanya di Waykanan, Lampung, Senin.

"Memang membuka lahan dengan cara membakar merupakan cara paling cepat yang masih dilakukan masyarakat," kata dia lagi.

Namun, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan seperti kebakaran, ujar Leaderwan, diharapkan masyarakat jangan sembarangan membakar lahan dan kemudian meninggalkannya begitu saja.

"Kebakaran lahan perlu diantisipasi, mengingat kemarau yang menimbulkan kekeringan berpotensi menjalar ke beberapa hutan yang masih ada di daerah ini. Jaga dan cegah bersama supaya daerah ini terbebas dari kebakaran hutan, sehingga masyarakat diminta jangan sembarangan membakar lahan," ujar dia lagi.

Kabupaten Waykanan memiliki kawasan hutan seluas 83.434,17 hektare, sekitar 30 persen dari luas lahan di daerah ini, yakni hutan lindung Register 24 Bukitpunggur 20.831 hektare, hutan lindung Register 41 Bukitsaka 1.116,80 hektare, hutan produksi Register 42 Rebang DS 13.151,50 hektare, hutan produksi Register 44 Muaradua 21.172,58 hektare, hutan produksi Register 46 Wayhanakau 20.017,29 hektare, hutan produksi Gihamtahmi 7.145 hektare ,dan lahan kritis seluas 25.788 hektare.

Berkaitan dengan musim kemarau ini, sejumlah pekerja perkebunan karet di daerah itu mengaku mengubah waktu menyadap getah karet menjadi malam hari sambil mengawasi kemungkinan terjadi kebakaran lahan.

Menurut mereka, banyak daun kering berjatuhan di lahan dan harus diwaspadai, mengingat jika terkena api sedikit saja, seperti dari puntung rokok bisa berbahaya.

Pada musim penghujan, para pekerja di perkebunan karet biasa menyadap getah karet pada pagi hari dan akan berakhir pada siang hari.

Namun sekarang menjadi pukul 22.00 WIB dan berakhir pada pukul 03.00 WIB, dengan dibantu senter yang bisa diletakkan di kepala.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026