
Hati-hati Dengan Uang

Pasalnya masalah uang itu banyak setannya yang kita bisa terperangkap pada perbuatan terlarang, baik berdasarkan hukum maupun agama."
Barabai, Kalsel (Antara) - Mantan Menteri Negara Otonomi Daerah Republik Indonesia Ryaas Rasyid mengingatkan masalah uang cukup berbahaya dan bisa menyeret ke arah kurang baik.
Mantan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara mengemukakan itu saat silaturahmi dengan Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan H Harun Nurasid, di Barabai (ibu kota kabupaten tersebut, 165 kilometer utara Banjarmasin), Sabtu.
"Pasalnya masalah uang itu banyak setannya yang kita bisa terperangkap pada perbuatan terlarang, baik berdasarkan hukum maupun agama," tandas mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB-PII) tersebut.
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Pemerintahan dan Reformasi Birokrasi itu mencontohkan pada salah satu bupati di Indonesia yang kini sudah tidak aktif lagi dan terjerat kasus hukum sebagai pembelajaran bagi yang lainnya.
"Sebab dengan tidak terseret dalam persoalan keuangan, kita bisa hidup dan bekerja dengan tenang, tanpa dibayang-bayangi rasa ketakutan akan jerat hukum," lanjut Ketua Dewan Pakar Pengurus Pusat KB-PII itu.
"Sebagai contoh diri saya sendiri, beberapa jabatan birokrasi yang pernah saya pegang, alhamdulillah sampai saat ini saya bisa tenang, tak ada masalah hukum," demikian Ryaas Rasid.
Silaturahmi yang berlangsung di rumah jabatan Bupati HST di "kota apam" Barabai itu juga hadir Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalsel HM Thamrin mewakili gubernur setempat, anggota DPD-RI asal provinsi tersebut HM Sofwat Hadi, dan Ketua Umum KB-PII Kalsel ustadz H Chairani Idris.
Selain itu, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah HST, serta anggota Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) kabupaten setempat.
Kedatangan Ryaas Rasid ke Barabai yang saat Presiden Soekarno mendapat julukan Bandung Kalimantan itu, untuk menghadiri silaturahmi Idul Fitri 1435 Hijriah atau halalbihalal KB-PII Kalsel, sekaligus memberi ceramah umum dengan topik "keumatan dan kebangsaan".
Selain itu, menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PII) Kalsel periode 2014 - 2016 oleh Pengurus Besar organisasi pelajar Islam tertua dan terbesar di tanah air ini.
Pewarta : Syamsuddin Hasan
Editor:
M. Tohamaksun
COPYRIGHT © ANTARA 2026
