
Pesantren di Bandarlampung harus adaptasi dengan teknologi

Bandarlampung (ANTARA) - Kantor Kementerian Agama Kota Bandarlampung menegaskan pondok pesantren harus mampu beradaptasi dengan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai agama.
"Pesantren harus mampu mengikuti perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan, tetapi tetap menjadikan nilai-nilai agama sebagai fondasi," kata Kepala Kantor Kemenag Bandarlampung Erwinto di Bandarlampung, Selasa.
Ia mengatakan teknologi saat ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, dakwah, pengelolaan kelembagaan, dan pemberdayaan santri.
"Kemajuan teknologi harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas dan kemandirian pesantren, bukan menghilangkan jati diri pesantren," ujarnya.
Ia mengatakan santri perlu dibekali literasi digital, kemampuan komunikasi, kewirausahaan, serta kemampuan memanfaatkan teknologi secara bijak dan produktif.
"Tentunya hal itu membutuhkan sinergi pesantren, Kementerian Agama, pemerintah daerah, dan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP)," kata dia.
Sementara Sekretaris Daerah Lampung Marindo Kurniawan, berkomitmen memperkuat peran pesantren dalam pembangunan daerah, termasuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan kemandirian ekonomi.
"Kami mengingatkan juga pesantren dapat beradaptasi dengan transformasi digital dan AI tanpa kehilangan identitas, serta membekali santri dengan ilmu agama dan keterampilan teknologi," kata dia.
Pewarta : Dian Hadiyatna
Editor:
Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
