Logo Header Antaranews Lampung

Pemudik Borong Oleh-oleh Lampung

Sabtu, 26 Juli 2014 08:11 WIB
Image Print
Sejumlah pemudik arus balik dari Sumatera ke Pulau Jawa membeli aneka oleh-oleh makanan khas Lampung, di Panjang, Bandarlampung, Sabtu. (25/8). (FOTO ANTARA/Agus Setyawan)
Penjual oleh-oleh Lampung berupa keripik pisang, kopi, dodol, kerupuk kemplang, dan sejenisnya di Telukbertung menuturkan, sejak dua pekan menjelang Lebaran ini banyak konsumen yang membeli aneka oleh-oleh."

Bandarlampung (Antara Lampung) - Aneka oleh-oleh khas Lampung laris diborong para pemudik menjelang Idul Fitri 1435 Hijriah/2014 Masehi, untuk dibawa ke daerah masing-masing.

Pada sejumlah pusat penjualan makanan khas Lampung di kawasan Telukbetung, Tanjungkarang, dan Panjang di Kota Bandarlampung, Jumat, menunjukkan para pedagang oleh-oleh sibuk melayani pembeli.

Penjual oleh-oleh Lampung berupa keripik pisang, kopi, dodol, kerupuk kemplang, dan sejenisnya di Telukbertung menuturkan, sejak dua pekan menjelang Lebaran ini banyak konsumen yang membeli aneka oleh-oleh.

"Volume penjualan memang meningkat dari hari-hari biasa, namun agak berkurang kalau dibandingkan menjelang Lebaran tahun lalu," kata petugas penjualan jajanan khas Lampung, Cici.

Dia menjelaskan, karena permintaan yang meningkat, pihaknya terpaksa membatasi pembelian oleh-oleh yang langsung dikirim ke alamat tujuan, baik di Sumatera maupun Pulau Jawa.

"Karena permintaan meningkat, pengiriman langsung kita batasi maksimal sampai tangal 18 Juli, dan ada yang sampai 20 Juli 2014, lebih dari itu kami hanya bisa membantu membungkus saja," katanya.

Pembatasan itu karena khawatir barang atau paket yang dikirim tidak bisa sampai ke alamat tujuan tepat waktu sebelum Lebaran, karena kendaraan angkutan barang sudah tidak boleh beroperasi sejak sepekan sebelum (H-7) hingga sepekan sesudah (H+7) Lebaran, selama pelayanan angkutan penumpang mudik dan balik Lebaran.

"Kalau tidak dibatasi kami khawatir dikomplain pelanggan jika paket kirimannya tidak sampai tepat waktu," katanya pula.

Hingga Jumat petang, pusat penjualan oleh-oleh Lampung yang ramai pembeli adalah di kawasan Telukbetung dan Panjang Kota Bandarlampung.

Khusus di Panjang, deretan kios-kios penjualan aneka jajanan ramai pembeli yang menggunakan kendaraan yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran ke arah selatan menuju Bakauheni, selanjutnya menyeberang ke Pulau Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni ke Merak.

Selain keripik pisang, kopi, dan kerupuk kemplang, ada sejumlah mobil pemudik jenis minibus tujuan Pulau Jawa yang membawa buah durian dalam jumlah cukup banyak yang ditaruh di bagasi atas mobil.

Penurunan volume penjualan oleh-oleh khususnya aneka makanan khas Lampung pada tahun ini dibandingkan menjelang Lebaran tahun lalu, menurut Cici kemungkinan disebabkan banyak faktor.

Hal itu antara lain karena masyarakat sedang dihadapkan pada waktu yang hampir bersamaan antara liburan anak-anak sekolah, masa memasuki sekolah dan kuliah, disusul liburan Idul Fitri yang seluruhnya membutuhkan anggaran besar bagi setiap keluarga.



Pewarta :
Editor: M. Tohamaksun
COPYRIGHT © ANTARA 2026