Logo Header Antaranews Lampung

Wartawati Prancis Tewas

Rabu, 14 Mei 2014 15:57 WIB
Image Print
Camile Lepage (media3.s-nbcnews.com)

Tbilisi (Antara/AFP) - Seorang wartawati foto Prancis tewas ketika sedang menjalankan tugas peliputan di Republik Afrika Tengah --yang dilanda konflik, mungkin diserang, kata Presiden Prancis Francois Hollande, Selasa.

Ketika berbicara kepada waratwan di Tbilisi saat megunjungi Georgia, Hollande mengatakan wartawati itu, Camile Lepage, "sedang memotret, melaksanakan pekerjaannya dan mungkin ia diserang".

Mayatnya ditemukan oleh satu patroli pasukan perdamaian Prancis, yang sedang memeriksa satu kendaraan yang dikemudikan oleh milisi "anti-Balaka" di daerah Nouar, di bagian barat negara Afrika Tengah itu, kata satu pernyataan kepresidenan Prancis, mengacu pada milisi dari kelompok Kristen.

Lepage, 26 tahun, bekerja sebagai juru foto Hans Lucas, satu studio yang bermarkas di Paris, kata jejaring sosialnya.

Kematiannya terjadi enam bulan setelah dua wartawan Prancis untuk radio RFI tewas di Mali.

Satu sumber militer Prancis mengatakan Lepage bersama dengan milisi anti-Balaka sedang melakukan liputannya ketika mereka diserang oleh kelompok-kelompok bersenjata di daerah itu dua hari lalu.

"Dia tewas akibat kena tembak dan mayatnya ditemukan oleh milisi anti-Balaka bersama dengan rekan-rekan mereka," kata sumber yang tidak bersedia namanya disebutkan itu,dan menambahkan satu pemeriksaan sedang dilakukan untuk memastikan penyebab kematiannya.

Hollade memerintahkan pengiriman segera satu tim Prancis serta polisi Afrika Tengah ke lokasi itu untuk menjamin dilakukan semua tindakan untuk menemukan dan menghukum para pelaku.

Ibunda Lepage mengemukakan kepada media Prancis bahwa anak perempunannya itu adalah "seorang gadis luar biasa" yang ingin "menyaksikan langsung penduduk yang berada dalam bahaya".

Dia mengatakan putrinya berangkat ke Afrika Tengah September. "Dia tidak takut."



Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026