Logo Header Antaranews Lampung

BPBD Lampung sebut operasi modifikasi cuaca dilakukan atasi kekeringan

Selasa, 18 Agustus 2026 19:57 WIB
Image Print
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung Rudy Syawal memberikan keterangan terkait OMC di Bandarlampung, Selasa (18/8/2026). ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.
Dalam beberapa waktu ini sudah ada laporan tertulis dari dinas pertanian setempat kalau musim kemarau ini mulai berdampak pada sektor pangan

Bandarlampung (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung menyebut bahwa operasi modifikasi cuaca dilakukan sebagai upaya mengatasi kekeringan di beberapa wilayah akibat berlangsungnya fenomena iklim El Nino.

"Dalam beberapa waktu ini sudah ada laporan tertulis dari dinas pertanian setempat kalau musim kemarau ini mulai berdampak pada sektor pangan, yakni di Kabupaten Lampung Selatan dan Lampung Tengah," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung Rudy Syawal di Bandarlampung, Selasa.

Ia mengatakan pihaknya pun telah menerima laporan tersebut dan meneruskan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melakukan kegiatan modifikasi cuaca guna mengantisipasi kekeringan.

"Dari laporan itu teridentifikasi ada sejumlah wilayah yang jadi lumbung pangan dan sudah cukup terdampak atas adanya eskalasi kekeringan. Dan meminta untuk melakukan ikhtiar dalam bentuk modifikasi cuaca atau hujan buatan di beberapa wilayah di Lampung terutama di wilayah lumbung pangan," katanya.

Dia menjelaskan kegiatan operasi modifikasi cuaca di wilayah terdampak kekeringan terutama daerah sentra pangan di Lampung segera dilakukan dalam waktu dekat.

"Kami sudah berkoordinasi ke BNPB, lalu proposal sudah disampaikan dengan data-data yang mendukung pelaksanaan operasi modifikasi cuaca," ucap dia.

Ia melanjutkan berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di sebagian besar wilayah Lampung masih banyak ditemukan awan yang dapat mendukung pelaksanaan operasi modifikasi cuaca sebagai langkah mengatasi kekeringan.

"Di Lampung masih banyak awan yang bisa menurunkan hujan saat ditebarkan garam, kemungkinan besar untuk melakukan operasi modifikasi cuaca akan berhasil. Jadi kami menunggu beberapa waktu ke depan segera dilakukan upaya penanggulangan kekeringan dengan memanfaatkan teknologi yakni melalui hujan buatan ini di beberapa wilayah terdampak seperti daerah sentra pangan," tambahnya.

Dia pun optimis akan keberhasilan kegiatan operasi modifikasi cuaca di Provinsi Lampung dapat terlaksana dengan baik, untuk membantu mengairi lahan pertanian serta memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat.

"Karena kita penghasil pangan, maka akan kita semai bubuk garamnya melalui hujan buatan di daerah pertanian untuk mencegah gagal panen. Nanti ini bisa berdampak juga ke daerah sekelilingnya untuk memenuhi kebutuhan air di wilayah-wilayah yang kering," ujar dia.



Pewarta :
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026